Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Dua Pesawat Haji Saudi Bermasalah, Pemerintah RI Layangkan Teguran Keras

Muhammad Awaludin • Selasa, 28 April 2026 | 18:04 WIB
Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf memastikan pelaksanaan ibadah haji 2026 tetap sesuai jadwal. (Novia Herawati/ JawaPos.com)
Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf memastikan pelaksanaan ibadah haji 2026 tetap sesuai jadwal. (Novia Herawati/ JawaPos.com)

RADAR PALU - Insiden pendaratan darurat dua pesawat yang mengangkut jamaah calon haji Indonesia memicu reaksi keras pemerintah. Mochamad Irfan Yusuf menilai kesiapan maskapai masih jauh dari harapan, setelah gangguan terjadi secara beruntun dalam dua hari.

Peristiwa pertama terjadi pada penerbangan rute Surabaya–Madinah yang terpaksa mendarat darurat di Bandara Kualanamu, Medan, Minggu (26/4). Sehari berselang, pesawat rute Batam–Madinah juga mengalami kendala hingga harus berhenti di Bandara Hang Nadim, Batam, Senin (27/4).

Menurut Mochamad Irfan Yusuf, dua insiden tersebut disebabkan masalah teknis berbeda. Pesawat di Medan harus menjalani perbaikan, sementara armada di Batam tidak dapat melanjutkan penerbangan dan membutuhkan pengganti. 

Baca Juga: Jamaah Haji Tersesat di Makkah? Nomor Ini Jadi Kunci Pulang

“Ada dua kendala pesawat Saudi, satu harus servis di Medan, kemudian satu di Batam tidak bisa berangkat dan harus mencari pengganti,” ujarnya di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Senin malam.

Pemerintah tidak tinggal diam. Kementerian Haji dan Umrah langsung melayangkan teguran keras kepada maskapai terkait karena insiden ini dinilai mengganggu operasional haji 2026.

“Kita sudah wanti-wanti kepada maskapai penerbangan untuk benar-benar siap. Tapi yang terjadi, sepertinya tidak terlalu siap. Surat peringatan sudah kita kirimkan,” tegasnya. 

Baca Juga: Garuda Indonesia Mulai Operasional Haji 2026, OTP 100 Persen di 5 Embarkasi Utama

Di tengah situasi tersebut, Mochamad Irfan Yusuf meminta jamaah tetap tenang dan tidak kehilangan semangat. Ia justru mendorong calon haji memanfaatkan waktu jeda untuk beristirahat dan mempersiapkan diri secara mental sebelum melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci.

Di Medan, sebanyak 380 jamaah dari Embarkasi Surabaya mendapat fasilitas akomodasi di tiga hotel dekat bandara. Sementara di Batam, jamaah ditempatkan di lima hotel berbeda bersama petugas pendamping.

Pemerintah memastikan seluruh kebutuhan jamaah selama penundaan ditanggung penuh oleh maskapai, mulai dari penginapan hingga konsumsi tiga kali sehari.

“Tunda itu kewajiban maskapai menyediakan hotel dan makan. Kita pantau terus agar hak jamaah terpenuhi,” jelasnya.

Untuk perkembangan terbaru, jamaah yang sempat tertahan di Medan dijadwalkan kembali berangkat ke Arab Saudi pada Senin sore. Pemerintah juga terus memantau kondisi di Batam guna memastikan seluruh proses keberangkatan berjalan lancar tanpa hambatan lanjutan.***

Editor : Muhammad Awaludin
#Haji 2026 #Saudia Airlines #Pendaratan Darurat #Kemenhaj RI