RADARPALU – Data korban kecelakaan kereta api antara KA Argo Bromo Anggrek dan Commuter Line di wilayah Bekasi Timur menyita perhatian publik.
Bukan hanya jumlah korban, tetapi juga fakta unik sekaligus memilukan terkait tanggal lahir sejumlah korban yang bertepatan dengan hari kejadian.
Berdasarkan data yang beredar dari RSUD Kota Bekasi, tercatat ada beberapa korban luka-luka yang memiliki tanggal lahir sama dengan tanggal insiden, yakni 27 April. Fakta ini langsung memicu reaksi emosional warganet di media sosial.
Baca Juga: Lebih Banyak Challenge, Aldi Satya Mahendra Tetap Termotivasi Lakukan Improvement
Beberapa nama dalam daftar korban menunjukkan kesamaan tersebut, di antaranya Rudi Saputra (27 April 1996), Hari Septiyansyah (27 April 1996), serta Yuliana (27 April 1996).
Momen yang seharusnya menjadi hari ulang tahun justru berubah menjadi peristiwa yang tak terlupakan akibat kecelakaan.
Seorang pengguna media sosial menyoroti hal tersebut dengan menuliskan, “Ada tiga nama yang tanggal kelahirannya pas di hari insiden 27 April. Semoga semua nama yang ada di daftar selamat Ya Allah.”
Baca Juga: Ambil Pelajaran Positif, Arai Agaska Tetap Semangat Jalani World Sportbike
Sementara itu, warganet lain mengungkapkan rasa empatinya terhadap korban. “Bakalan trauma… di hari ulang tahun malah kecelakaan,” tulis salah satu komentar.
Dari data yang sama, diketahui bahwa daftar tersebut merupakan korban luka-luka, bukan korban meninggal dunia. Total terdapat 20 nama yang tercatat sedang menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit rujukan.
Kejadian ini kembali mengingatkan pentingnya keselamatan transportasi publik, sekaligus menyisakan duka mendalam bagi para korban dan keluarga. Hingga saat ini, proses penanganan dan investigasi masih terus berlangsung oleh pihak berwenang.(*)
Editor : Mugni Supardi