Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Saat Dunia Cemas Pangan, RI Justru Panen: Stok Beras 5 Juta Ton Diapresiasi DPR

Talib • Selasa, 28 April 2026 | 14:37 WIB
Cadangan beras nasional capai 5 juta ton, jadi penopang ketahanan pangan Indonesia di tengah ancaman global. (Humas Kementan)
Cadangan beras nasional capai 5 juta ton, jadi penopang ketahanan pangan Indonesia di tengah ancaman global. (Humas Kementan)

RADAR PALU — Di tengah bayang-bayang krisis pangan global, Indonesia justru mencatat capaian tak biasa. Cadangan beras pemerintah kini menembus 5 juta ton, mempertegas posisi ketahanan pangan nasional di saat banyak negara mulai waspada terhadap gangguan pasokan.

Apresiasi datang dari DPR RI. Anggota Komisi IV, Rajiv, menilai lonjakan stok tersebut tak lepas dari percepatan kinerja sektor pertanian di bawah komando Andi Amran Sulaiman.

“Target swasembada beras awalnya empat tahun, tapi bisa dikejar hanya dalam 1,5 tahun. Ini bukan capaian biasa,” ujar Rajiv, Senin (27/4/2026). 

Baca Juga: Stok Beras RI Tembus 5 Juta Ton, Rekor Baru Cadangan Pangan Nasional April 2026

Menurutnya, peningkatan produksi menjadi kunci utama. Data menunjukkan produksi beras nasional melonjak 13,29 persen, dengan rata-rata produksi mencapai sekitar 5,7 juta ton per bulan.

Dalam situasi global yang tidak menentu, kondisi ini dinilai memberi bantalan kuat bagi Indonesia. Cadangan beras bahkan disebut mampu menopang kebutuhan hingga 324 hari ke depan.

“Di saat banyak negara khawatir soal pasokan pangan, kita justru dalam posisi aman,” tambahnya.

Sejumlah program strategis Kementerian Pertanian dinilai mulai menunjukkan dampak nyata di lapangan. Mulai dari perluasan areal tanam, optimalisasi lahan, distribusi benih unggul, hingga bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan). Tak hanya itu, subsidi pupuk dan penguatan sektor hilir juga menjadi bagian dari strategi besar tersebut. 

Baca Juga: 23 Ton Pangan Ilegal Digagalkan, Mentan Amran: Bongkar Mafia, Jangan Berhenti di Lapangan!

Di bawah kepemimpinan Andi Amran Sulaiman, reformasi sektor pertanian dilakukan dari hulu hingga hilir. Pemerintah menyederhanakan ratusan regulasi yang selama ini dinilai menghambat, sekaligus mempercepat kebijakan strategis untuk mendongkrak produksi.

Perbaikan juga difokuskan pada sektor pupuk. Alokasi subsidi dikembalikan menjadi 9,55 juta ton, harga pupuk ditekan hingga 20 persen, dan akses petani diperluas.

Di sisi produksi, intervensi dilakukan secara masif. Mulai dari pompanisasi lahan tadah hujan, penggunaan benih unggul di jutaan hektare, hingga pencetakan sawah baru. Modernisasi pertanian melalui mekanisasi dan teknologi precision farming juga turut mempercepat peningkatan hasil.

Hasilnya mulai terlihat. Cadangan beras pemerintah kini mencapai 5 juta ton, menjadi salah satu penyangga utama di tengah tekanan global.

Dalam pernyataannya, Andi Amran Sulaiman menyebut capaian ini lahir dari langkah perubahan menyeluruh, bukan sekadar menjalankan program rutin.

“Awalnya target empat tahun, tapi arahan Presiden menjadi satu tahun. Dan saat ini cadangan beras kita sudah menyentuh lima juta ton,” ujarnya. 

Baca Juga: Kementan Pastikan Stok Pangan 2026 Aman, Ini Datanya

Ia menegaskan, seluruh kebijakan dirancang berbasis data dan langsung menyasar persoalan utama di lapangan, mulai dari distribusi pupuk, perbaikan irigasi, hingga peningkatan produktivitas petani.

Selain itu, intervensi seperti pompanisasi dan mekanisasi disebut mampu menekan biaya produksi hingga 50 persen dan meningkatkan hasil panen hingga dua kali lipat.

Dari sisi hilir, peran Perum Bulog juga krusial. Penyerapan gabah dengan harga Rp6.500 per kilogram dinilai menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat cadangan beras nasional yang kini telah menembus 5 juta ton.***

Editor : Muhammad Awaludin
#Cadangan beras Indonesia #Ketahanan pangan global #kementerian pertanian #dpr ri #swasembada pangan