RADARPALU – Jumlah korban dalam kecelakaan kereta api di kawasan Stasiun Bekasi Timur kembali bertambah.
KAI Commuter melaporkan hingga saat ini terdapat 14 korban meninggal dunia dan 82 orang mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.
Dalam pernyataan resminya, KAI Commuter menyampaikan duka mendalam sekaligus permintaan maaf kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak.
Baca Juga: Jelang PSBS Biak vs Malut United : Laskar Kie Raha Ingin Putus Tren Lima Laga Tanpa Menang
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam dan memohon maaf atas kejadian ini. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik,” tulis KAI Commuter.
Seluruh korban, baik yang meninggal dunia maupun luka-luka, telah dievakuasi dan mendapatkan penanganan di rumah sakit rujukan. KAI juga memastikan aspek pembiayaan ditanggung sesuai ketentuan yang berlaku.
“KAI bersama pihak asuransi memastikan biaya pengobatan korban luka serta santunan dan biaya pemakaman bagi korban meninggal dunia ditanggung,” lanjut pernyataan tersebut.
Baca Juga: Komisi B DPRD Palu dan Dinas Pertanian Duduk Bersama, Ini Agendanya
Di sisi lain, KAI Commuter memastikan seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek sebanyak 240 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Proses evakuasi dan penanganan korban melibatkan tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, serta PMI yang bekerja sejak awal kejadian.
Selain korban jiwa, insiden ini juga berdampak pada operasional perjalanan Commuter Line. Untuk sementara, layanan lintas Cikarang hanya beroperasi sampai Stasiun Bekasi.
Hingga pukul 10.00 WIB, tercatat tujuh perjalanan Commuter Line dibatalkan, sementara 22 perjalanan lainnya mengalami rekayasa pola operasi.
KAI Commuter menegaskan akan terus memberikan pembaruan informasi seiring perkembangan penanganan di lapangan.(*)
Editor : Mugni Supardi