RADAR PALU - Isu perombakan kabinet kembali menguat di lingkar kekuasaan. Presiden Prabowo Subianto dikabarkan akan melakukan reshuffle di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4), dengan sejumlah nama mulai santer dikaitkan dengan pergeseran jabatan strategis.
Salah satu yang mencuat adalah M Qodari. Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) itu disebut akan bergeser menjadi Kepala Badan Komunikasi (Bakom) sekaligus merangkap sebagai juru bicara presiden.
Jika skenario itu terjadi, kursi KSP disebut bakal ditempati oleh Dudung Abdurachman, mantan KSAD yang kini menjabat sebagai penasihat khusus presiden bidang pertahanan nasional.
Baca Juga: Kisah SDN 5 Palu: 12 Siswa Disabilitas, Tapi Prestasinya Bikin Guru Tersentuh
Perubahan juga dikabarkan menyentuh sektor komunikasi. Hasan Nasbi, yang sebelumnya memimpin Presidential Communication Office (PCO), disebut akan mendapat peran baru sebagai utusan khusus presiden bidang komunikasi.
Nama lain yang turut masuk bursa adalah Abdul Kadir Karding. Mantan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia itu dikabarkan akan kembali ke kabinet sebagai Kepala Badan Karantina Nasional.
Sementara itu, posisi Menteri Lingkungan Hidup disebut-sebut akan berganti. Jumhur Hidayat, Ketua Umum KSPSI, dikabarkan akan menggantikan pejabat saat ini.
Baca Juga: Paskah Nasional V di Sigi Sukses, Prof Zainal Abidin: Bukti Nyata Toleransi Kuat di Sulteng
Meski nama-nama tersebut ramai diperbincangkan, M Qodari memilih irit bicara. Ia menegaskan bahwa keputusan reshuffle sepenuhnya berada di tangan presiden.
“Semua itu kewenangan Presiden. Kita tunggu saja,” ujarnya singkat.
Di sisi lain, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya belum memberikan pernyataan resmi terkait kabar reshuffle tersebut.
Hingga kini, belum ada konfirmasi langsung dari pihak Istana. Namun, dinamika ini menandakan peta kekuasaan di kabinet berpotensi berubah dalam waktu dekat.***
Editor : Muhammad Awaludin