JAKARTA, RADAR PALU – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menggelar acara takziah dan doa bersama untuk mengenang tujuh hari wafatnya Sekretaris Jenderal PWI Pusat, almarhum Zulmansyah Sekedang, di Kantor PWI Pusat Lantai 4, Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Jumat (24/4).
Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid itu diikuti jajaran pengurus PWI Pusat, PWI Provinsi, PWI Kabupaten/Kota, serta anggota PWI dari berbagai daerah di Indonesia.
Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, dalam sambutannya mengenang almarhum sebagai figur yang memiliki dedikasi tinggi dan totalitas dalam membesarkan organisasi.
Munir menuturkan, penghormatan besar yang diterima almarhum saat prosesi pemakaman di Pekanbaru menjadi bukti nyata kecintaan masyarakat serta jasa-jasa yang telah diberikan selama hidupnya.
“Sesampainya di Pekanbaru kami disambut sangat baik. PWI di sana sangat dihargai dan dihormati, mulai dari Pemprov Riau, pejabat daerah hingga tetangga almarhum,” ujar Munir.
Baca Juga: PWI Pusat Serahkan Uang Duka kepada Keluarga Almarhum Zulmansyah Sekedang di Pekanbaru
Menurutnya, penghormatan tersebut mencerminkan kontribusi besar almarhum, baik bagi daerah maupun organisasi PWI secara nasional.
“Beliau sangat total dalam organisasi PWI, termasuk saat PWI bersatu kembali,” katanya.
Suasana haru juga terasa saat Wakil Ketua Departemen Hankam Bidang Polri, Musrifah, menyampaikan kesaksiannya sebagai sosok yang mendampingi almarhum di saat-saat terakhir.
“Saya orang yang mendampingi di detik-detik serangan jantung itu. Dari banyak teman dan kawan, inilah orang paling baik yang pernah saya kenal. Saya bersaksi dunia dan akhirat beliau orang yang baik,” ucapnya penuh emosi.
Baca Juga: NasDem Sulteng Serahkan Pernyataan Sikap ke PWI, Nilam Sari Lawira Soroti Pemberitaan Tempo
Munir mengajak seluruh jajaran PWI untuk terus mendoakan almarhum agar segala pengabdiannya menjadi amal jariyah dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Kepergian Zulmansyah Sekedang meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar PWI. Semangat, ketulusan, dan jejak pengabdiannya disebut akan terus hidup dalam perjalanan organisasi serta menjadi teladan bagi insan pers Indonesia. ***
Editor : Talib