RADAR PALU– PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk resmi memulai operasional penerbangan fase keberangkatan ibadah haji 2026 M/1447 H dengan mencatatkan tingkat ketepatan waktu atau on-time performance (OTP) 100 persen pada lima embarkasi utama di Indonesia.
Maskapai pelat merah tersebut memberangkatkan sebanyak 2.255 jemaah kloter pertama dari enam embarkasi, yakni Yogyakarta, Jakarta, Medan, Lombok, Makassar, dan Solo.
Penerbangan perdana diawali dari Embarkasi Yogyakarta yang menerbangkan 360 calon jemaah haji menggunakan armada Airbus A330-300 dengan nomor penerbangan GA 6501 dari Bandara Internasional Yogyakarta menuju Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdulaziz, Madinah.
Baca Juga: Final Klasik, Garuda Tantang Thailand Rebut Gelar ASEAN 2026
Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny Kairupan mengatakan kelancaran keberangkatan kloter pertama menjadi indikator kesiapan operasional perseroan dalam mendukung agenda nasional penyelenggaraan ibadah haji.
“Menjadi bagian penting bagi perjalanan ibadah yang paling dinanti umat Islam Indonesia tidak hanya menjadi momen penting bagi kami, namun juga amanah untuk mengantarkan para calon jemaah ke Tanah Suci secara aman dan nyaman,” ujar Glenny dalam keterangan resmi, Rabu (22/4/2026).
Secara keseluruhan, Garuda Indonesia mencatat OTP 100 persen pada embarkasi Yogyakarta, Jakarta, Medan, Lombok, dan Ujung Pandang. Kinerja ini menjadi sinyal positif terhadap reliabilitas layanan maskapai di tengah tingginya intensitas operasional musim haji.
Baca Juga: Garuda Indonesia Gandeng Pemkot Palu, Dorong Event dan Mobilitas Penumpang
Pada musim haji tahun ini, Garuda Indonesia dijadwalkan melayani 102.502 jemaah yang terbagi dalam 278 kelompok terbang (kloter) dari 10 embarkasi nasional, yakni Jakarta, Banda Aceh, Medan, Padang, Solo, Yogyakarta, Balikpapan, Banjarmasin, Makassar, dan Lombok.
Tahun ini juga menjadi momentum perdana Garuda Indonesia melayani jemaah dari embarkasi Yogyakarta melalui Bandara Internasional Yogyakarta.
Fase keberangkatan akan berlangsung mulai 21 April hingga 21 Mei 2026, dengan penerbangan menuju Madinah pada 21 April–6 Mei 2026 dan menuju Jeddah pada 7–21 Mei 2026.
Baca Juga: Garuda Indonesia : Harga Tiket Rute Palu Naik Rp300 hingga Rp500 Ribu
Sementara fase pemulangan dijadwalkan berlangsung pada 1–30 Juni 2026.
Dari sisi layanan, Garuda Indonesia memproyeksikan melayani sekitar 18 ribu jemaah lanjut usia atau sekitar 18 persen dari total penumpang haji tahun ini.
Perseroan menyiapkan fasilitas pendukung seperti kursi roda, ambulift, bus khusus, layanan bagasi prioritas, buggy car, hingga asistensi awak kabin selama penerbangan.
Baca Juga: Gaya Santai Pelatih Timnas Garuda, Jogging hingga Main Bola di Pantai
Untuk mendukung kelancaran operasional, perseroan menyiapkan lebih dari 1.085 awak pesawat yang terdiri dari 731 awak kabin dan 354 awak kokpit, serta 139 petugas darat haji.
Kinerja awal yang positif pada musim haji 2026 ini diharapkan dapat memperkuat citra Garuda Indonesia sebagai maskapai nasional yang andal sekaligus menopang pendapatan dari segmen layanan penerbangan khusus dan charter internasional. ***
Editor : Talib