Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Dari Ring 1 ke Teritorial: Perpisahan Haru Mayor Windra dengan Jokowi

Agung Sumandjaya • Selasa, 21 April 2026 | 19:38 WIB
BERPAMITAN: Windra Sanur (tengah) dan istrinya foto bersama Presiden RI ke 7, Joko Widodo saat berpamitan ke tempat tugas baru. FOTO: IST.
BERPAMITAN: Windra Sanur (tengah) dan istrinya foto bersama Presiden RI ke 7, Joko Widodo saat berpamitan ke tempat tugas baru. FOTO: IST.

RADAR PALU - Pagi itu, suasana di kediaman Joko Widodo di Solo terasa berbeda. Di antara warga yang mengantre, berdiri seorang prajurit dengan baret hijau dan seragam loreng.

Sosok yang selama ini justru berada paling dekat dengan presiden bukan sebagai tamu, melainkan pelindung utama.

Dialah Mayor Infanteri Windra Sanur. MUntuk pertama kalinya dalam hampir delapan tahun, pria yang akrab disapa “Beruang” itu datang bukan untuk bertugas, melainkan untuk berpamitan.

Baca Juga: Pemkab Sigi Benahi Data Sekolah Rakyat, Fokus Tepat Sasaran dan Dorong Ekonomi Keluarga

Tak ada protokol khusus. Windra justru memilih berdiri sejajar dengan warga, ditemani sang istri, Irvana Meika.

Momen sederhana itu menjadi simbol berakhirnya sebuah pengabdian panjang sebagai “perisai hidup” kepala negara.

Selama ini, Windra dikenal sebagai bagian dari Paspampres, pasukan elite yang bertugas menjaga keselamatan presiden dalam setiap situasi.

Baca Juga: Tragedi Pohon Tumbang Berujung Gugatan, Warga Parigi Moutong Tuntut Tanggung Jawab Pemda

Ia bahkan menjabat sebagai Wakil Komandan Detasemen 4 Grup D posisi strategis yang membuatnya nyaris tak terpisahkan dari Jokowi.

Namun, Selasa (21/4/2026) menjadi garis penutup dari bab tersebut. Dengan mata berkaca-kaca, Windra mengakui perpisahan ini bukan hal mudah. “Perasaan campur aduk. Luar biasa,” ujarnya singkat, menahan emosi.

Delapan tahun bukan waktu yang sebentar. Bagi Windra, itu bukan sekadar penugasan, melainkan perjalanan yang membentuk dirinya baik sebagai prajurit maupun sebagai pribadi.

Baca Juga: Jemput Bola ke Kementan, Bupati Parimo Siapkan Strategi Hadapi Kemarau 2026

Ia menyebut banyak pelajaran hidup yang ia serap selama mendampingi Jokowi. Pengalaman yang, menurutnya, membawa perubahan besar dalam hidupnya.

Kini, arah pengabdian itu berubah. Windra mendapat amanah baru sebagai Kepala Staf Kodim (Kasdim) Tigaraksa, Kabupaten Tangerang wilayah yang justru menjadi pengalaman pertamanya di dunia teritorial.

Jika sebelumnya ia berada di garis depan pasukan tempur dan lingkar inti pengamanan presiden, kini ia harus beradaptasi dengan pendekatan berbeda: membina wilayah, berinteraksi dengan masyarakat, dan memahami dinamika teritorial. Menariknya, keputusan ini juga tak lepas dari arahan langsung Jokowi.

“Beliau menyarankan saya belajar lagi jadi tentara di teritorial,” ungkap Windra.

Sebuah pergeseran peran dari pengawal presiden menjadi pembina wilayah. Dari yang terbiasa “mengamankan” menjadi yang harus “mendekatkan”.

Di balik ketegasan seragam loreng dan baret hijau, pagi itu memperlihatkan sisi lain seorang prajurit: manusia biasa yang harus berpisah dengan fase penting dalam hidupnya.

Dan di antara kerumunan warga, “Beruang” itu untuk sesaat bukan lagi pelindung, melainkan seseorang yang sedang belajar melepaskan. (*)

Editor : Agung Sumandjaya
#windra sanur #paspampres #jokowi #kodim