Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Stop Impor Solar 1 Juli 2026, Mentan Tantang Lulusan ITS Kawal Energi Mandiri

Muhammad Awaludin • Senin, 20 April 2026 | 19:44 WIB
Mentan Amran berdiri di podium wisuda ITS, mengangkat tangan penuh keyakinan saat menyerukan Indonesia bebas impor solar 2026 (Kementan)
Mentan Amran berdiri di podium wisuda ITS, mengangkat tangan penuh keyakinan saat menyerukan Indonesia bebas impor solar 2026 (Kementan)

 RADAR PALU – Target stop impor solar per 1 Juli 2026 langsung ditegaskan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di depan ribuan wisudawan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Minggu (19/4). Pesannya lugas: Indonesia harus lepas dari ketergantungan energi impor—dan kampus jadi motor utamanya.

“Dulu kita impor 5 juta ton solar. Insya Allah 1 Juli 2026 kita stop impor dan beralih ke biofuel dalam negeri,” tegas Amran.

Putus Ketergantungan Impor

Selama ini, kebutuhan solar nasional masih ditopang impor besar. Dampaknya terasa langsung—rentan harga global hingga tekanan geopolitik. 

Baca Juga: Bayar Pajak Tepat Waktu, Warga Sulteng Berpeluang Dapat Emas

Pemerintah kini mempercepat transisi ke energi domestik berbasis sawit (CPO).

“Kalau energi kita mandiri, kita tidak lagi tergantung negara lain,” ujar Amran.

Biofuel hingga Etanol Jadi Senjata

Strategi utamanya: biofuel dan bioetanol (E20). Bahan bakunya bukan impor, tapi dari dalam negeri—sawit, tebu, jagung, hingga singkong. 

Baca Juga: Tak Ada Toleransi Bagi Oknum Pelanggar Halinar di Lapas

Model ini tak sekadar ganti energi, tapi menggerakkan ekonomi desa, menyerap tenaga kerja, dan memperkuat sektor pertanian.

Amran menekankan, kemandirian energi harus berjalan beriringan dengan pangan dan air.

Traktor Listrik, Game Changer di Sawah

Transisi energi juga menyasar alat produksi. ITS dinilai cepat menghadirkan solusi konkret: traktor listrik tanpa solar.

“Harganya separuh, efisien, dan tidak pakai bahan bakar,” kata Amran.

Kementerian Pertanian sudah memesan 10 unit untuk uji coba. Jika berhasil, konsumsi solar di sektor pertanian bisa ditekan signifikan. 

Baca Juga: Gempa M 7,4 Guncang Jepang, Tsunami 3 Meter Mengancam, Evakuasi Massal Dilakukan

Bio-Gasoline Disiapkan

Tak berhenti di solar, pemerintah juga menyiapkan bio-gasoline berbasis sawit sebagai tahap lanjutan.

Program ini dikembangkan bersama BUMN seperti PTPN IV, meski masih tahap awal.

“Ini energi masa depan Indonesia, hak patennya harus dijaga,” tegasnya.

Lulusan ITS Jadi Kunci

Rektor ITS Bambang Pramujati memastikan 1.710 wisudawan siap menjawab tantangan tersebut.

Menurutnya, kolaborasi kampus dan industri membuat lulusan lebih siap menciptakan solusi nyata.

“Lulusan kami tidak hanya siap kerja, tapi juga siap inovasi,” ujarnya.

2026 Jadi Ujian Besar

Target stop impor solar bukan sekadar wacana. Pemerintah memasang tenggat jelas,1 Juli 2026.

Dengan kombinasi biofuel, bioetanol, dan inovasi teknologi, Indonesia diproyeksikan masuk fase baru: energi mandiri.

“Ayo kolaborasi. Tidak ada yang tidak bisa,” tutup Amran.***

 

 

Editor : Muhammad Awaludin
#stop impor solar #biofuel sawit #ITS Surabaya #traktor listrik #energi nasional