Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Stok Beras RI Melimpah 4,9 Juta Ton, Gudang Bulog Jatim Penuh hingga Sewa 205 Unit

Talib • Senin, 20 April 2026 | 16:38 WIB
Mentan Amran meninjau langsung gudang Bulog di Sidoarjo yang dipenuhi tumpukan beras—stok nasional 4,9 juta ton memicu lonjakan kapasitas hingga sewa gudang tambahan.(Kementan/Radar Palu)
Mentan Amran meninjau langsung gudang Bulog di Sidoarjo yang dipenuhi tumpukan beras—stok nasional 4,9 juta ton memicu lonjakan kapasitas hingga sewa gudang tambahan.(Kementan/Radar Palu)

 RADAR PALU – Stok beras nasional menembus 4,9 juta ton. Gudang Bulog di Jawa Timur bahkan tak lagi cukup menampung—hingga harus menyewa ratusan gudang tambahan. 

Di Sidoarjo, kapasitas penyimpanan terlihat penuh. Jawa Timur menyumbang sekitar 1,2 juta ton, menjadikannya tulang punggung stok beras nasional saat ini. 

Gudang Penuh, Sewa Ratusan Unit 

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman turun langsung bersama mahasiswa, guru besar, dan pakar pertanian untuk mengecek kondisi gudang, Minggu (19/4/2026). 

Baca Juga: BEI Sulteng dan APINDO Gelar Sekolah Pasar Modal, Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas Investasi

Hasilnya mencolok.

“Penuh gudang. Kita sewa 205 unit dengan kapasitas 615 ribu ton. Yang sudah terisi 250 ribu ton, sisanya masih antre,” ujar Amran. 

Langkah ini diambil karena lonjakan produksi beras yang signifikan sepanjang 2025. 

Produksi Naik, Stok Aman 11 Bulan 

Produksi beras nasional tercatat naik 4,07 juta ton atau 13,29 persen.

Baca Juga: Kemenangan Rakyat Loli Oge, Hakim Putuskan Penetapan Tersangka Sembilan Warga Tidak Sah!

Total kekuatan stok, termasuk di masyarakat dan potensi panen, diperkirakan mencapai 28 juta ton. 

Angka ini disebut cukup untuk menopang kebutuhan hingga 11 bulan ke depan. 

Sehari sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto juga melakukan sidak ke gudang Bulog di Magelang. Gudang berkapasitas 7.000 ton yang dicek terisi penuh. 

Mahasiswa Diajak Cek Langsung 

Amran sengaja mengajak mahasiswa turun ke lapangan agar melihat langsung kondisi riil, bukan sekadar asumsi. 

Baca Juga: Waspada PMK! Barantin Perketat Pengiriman Sapi Kurban ke Samarinda hingga Balikpapan

“Banyak enggak beras ini? Selama Indonesia merdeka, baru sekarang begini,” tanya Amran. 

Mahasiswa kompak menjawab, “Tidak pernah terjadi.” 

Koordinator Aliansi BEM Delta Sidoarjo, Sultan Saladin Batubara, mengakui capaian tersebut. 

“Secara nasional 4,9 juta ton, dan Jawa Timur 1,2 juta ton. Ini kontribusi terbesar,” katanya. 

Ajak Lawan Mafia Beras 

Amran juga menyinggung adanya pihak yang tidak senang dengan kondisi swasembada. 

“Tahu enggak siapa yang tidak bahagia kalau kita berdaulat pangan?” tanyanya. 

Mahasiswa menjawab spontan, “Mafia beras, importir.” 

Amran pun menegaskan sikap.

“Kita harus lawan mafia. Tantang,” tegasnya. 

Distribusi Jadi Tantangan 

Meski stok melimpah, Amran mengingatkan distribusi harus diawasi ketat. Ia membuka ruang kolaborasi dengan mahasiswa dan masyarakat. 

Baca Juga: Menata Palu, Menyalakan Harapan

“Silakan cek gudang di seluruh Indonesia. Jangan beropini tanpa data,” ujarnya. 

Mahasiswa menyatakan siap terlibat langsung mengawal distribusi di lapangan. 

Di akhir, Amran menegaskan keberpihakan pada petani sebagai kunci kedaulatan pangan. 

“Kalau tidak swasembada, berarti impor. Itu sama saja tidak berpihak pada 100 juta petani Indonesia,” pungkasnya.***

Editor : Muhammad Awaludin
#mafia beras #bulog #swasembada pangan #mentan amran #Stok beras