RADARPALU – Aktivitas gempa susulan pascagempa besar magnitudo 7,6 di wilayah Maluku Utara masih terus terjadi. Hingga Minggu (19/4/2026) pukul 06.00 WIB, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Geofisika Manado mencatat total 1.746 gempa susulan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 36 gempa dilaporkan dirasakan oleh masyarakat. Sementara itu, magnitudo gempa susulan bervariasi, dengan kekuatan maksimum mencapai M5,8 dan minimum M1,7. Tercatat pula sebanyak 18 gempa memiliki magnitudo di atas 5.
BMKG menyebut, tingginya aktivitas gempa susulan merupakan bagian dari proses penyesuaian atau stabilisasi kondisi tektonik pascagempa utama.
Berdasarkan analisis, estimasi waktu peluruhan gempa susulan diperkirakan berlangsung selama dua hingga tiga minggu ke depan.
Data harian menunjukkan tren penurunan jumlah gempa, meskipun masih fluktuatif. Pada hari pertama tercatat 394 kejadian, kemudian menurun menjadi 299 pada hari kedua dan 222 pada hari ketiga. Hingga hari ke-17, jumlah gempa susulan berkisar 30 kejadian per hari.
Meski menunjukkan tren menurun, BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada, terutama terhadap potensi kerusakan struktur bangunan yang dapat membahayakan keselamatan.
Baca Juga: Kapal Pertamina Diawaki Full Kru India, Pelaut RI Protes: “Kami Banyak, Tapi Tak Dipakai”
“Gempa dengan magnitudo 7,6 bukan skala kecil, dampaknya masih terasa hingga saat ini. Pastikan informasi yang diterima berasal dari sumber resmi dan tetap waspada,” tulis BMKG dalam keterangannya.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk terus mengikuti informasi resmi serta menerapkan langkah mitigasi guna meminimalkan risiko bencana.(*)
Editor : Mugni Supardi