RADAR PALU - Seorang pelaut Indonesia, pemilik akun @andrianumar, meluapkan kekecewaan setelah mendapati kapal tanker milik Pertamina justru diawaki penuh oleh kru asal India.
Dalam video yang beredar, ia menghubungi langsung kru kapal MT Gamsunoro. Hasilnya mengejutkan—tidak ada satu pun pelaut Indonesia di dalamnya.
Pengakuan Kru: Semua dari India
Baca Juga: Jasa Raharja Dukung Transformasi Layanan Publik Lewat Kemudahan Pembayaran Pajak
Percakapan singkat via radio memastikan fakta tersebut. Saat ditanya asal kru, jawaban yang diterima jelas: seluruh awak kapal berasal dari India.
Pelaut tersebut mengaku awalnya bangga melihat kapal bertuliskan Pertamina. Namun rasa itu berubah jadi kecewa setelah mengetahui siapa yang mengoperasikannya.
Ironi di Tengah Banyaknya Pelaut Indonesia
Baca Juga: Erwin Burase Hadiri Dharma Santi Nyepi, Tegaskan Komitmen Harmoni dan Dukungan Kegiatan Keagamaan
Ia menyoroti ironi besar: Indonesia memiliki sekitar 1,4 juta pelaut dan masuk jajaran atas dunia dalam jumlah tenaga pelaut, baik perwira maupun non-perwira.
Menurutnya, dengan kapasitas sebesar itu, seharusnya tenaga kerja dalam negeri bisa diutamakan, terlebih untuk kapal milik perusahaan BUMN.
Sorotan pada Kebijakan dan Peluang Kerja
Ketiadaan pelaut Indonesia dalam kapal tersebut dinilai sebagai sinyal buruk bagi industri maritim nasional. Ia bahkan menyebut kondisi ini sebagai salah satu alasan banyak pelaut Indonesia memilih bekerja di luar negeri.
“Kalau negara sendiri tidak menghargai skill mereka, wajar kalau mereka cari peluang di luar,” ujarnya.
Desakan Perbaikan
Di akhir pernyataannya, ia berharap ada evaluasi serius. Terutama soal kebijakan perekrutan kru kapal milik negara agar lebih berpihak pada tenaga lokal.
Isu ini pun memantik diskusi luas di media sosial, menyentuh persoalan kedaulatan tenaga kerja hingga keberpihakan pada SDM nasional.***
Editor : Muhammad Awaludin