Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Sidak Prabowo: Gudang Bulog Penuh, Stok Beras RI Melimpah

Talib • Minggu, 19 April 2026 | 14:34 WIB
Presiden meninjau langsung tumpukan beras di gudang Bulog yang penuh, memastikan stok pangan nasional benar-benar tersedia di lapangan (Kementan/Radar Palu)
Presiden meninjau langsung tumpukan beras di gudang Bulog yang penuh, memastikan stok pangan nasional benar-benar tersedia di lapangan (Kementan/Radar Palu)

RADAR PALU - Prabowo Subianto melakukan sidak ke gudang Perum Bulog di Danurejo, Magelang, Sabtu (18/4/2026).
Hasilnya, stok beras terlihat penuh dan siap disalurkan.

Wamentan Sudaryono menyebut sidak ini untuk memastikan langsung kondisi di lapangan.
“Tidak hanya laporan di atas kertas,” tegasnya.

Tanpa Pemberitahuan, Cek Kondisi Nyata 

Baca Juga: Bulog Sulteng Imbau Masyarakat Beli Minyak Goreng di Pengecer Resmi

Kunjungan dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya. Tujuannya memastikan kondisi gudang sesuai fakta.

Gudang berkapasitas 7.000 ton itu dilaporkan terisi penuh. Temuan serupa juga terjadi di sejumlah daerah lain.

Cadangan Beras Tembus 4,8 Juta Ton

Baca Juga: Distribusi Minyak di Sulteng Sempat Terkendala, Bulog Optimistis Harga Segera Turun

Pemerintah mengklaim Cadangan Beras Pemerintah (CBP) mencapai 4,8 juta ton per April 2026. Angka ini disebut tertinggi sepanjang sejarah.

Targetnya terus naik hingga 5 juta ton.
Stok ini jadi kunci menjaga pasokan dan harga pangan.

Produksi Naik, Stok Nasional Tembus 28 Juta Ton

Produksi beras nasional 2025 naik 13,29 persen atau 4,07 juta ton. Kenaikan didorong luas panen dan kebijakan pertanian. 

Jika digabung dengan stok masyarakat dan potensi panen, total ketersediaan beras diperkirakan 28 juta ton. Cukup untuk kebutuhan hingga 11 bulan ke depan.

Harga Dijaga dari Dua Sisi

Pemerintah mengandalkan Bulog sebagai penyangga harga. Saat harga jatuh, gabah petani diserap.

Sebaliknya, saat harga naik, stok dilepas ke pasar. Tujuannya menjaga keseimbangan petani dan konsumen. 

Baca Juga: Bulog Sulteng: Jual Gabah Lebih Untung Dibanding Beras

Target Serapan Naik, Anggaran Digelontorkan

Target serapan gabah 2026 dipatok setara 4 juta ton. Naik dari 3 juta ton tahun sebelumnya.

Pemerintah juga menyiapkan dukungan anggaran besar. Langkah ini untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.***

Editor : Muhammad Awaludin
#prabowo #bulog #Ketahanan pangan #Harga pangan #Stok beras