Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Lima Menit Usai Lepas Landas, PK-CFX Hilang Kontak, Sinyal Darurat Terdeteksi

Muhammad Awaludin • Jumat, 17 April 2026 | 08:11 WIB
Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Mayjen TNI (Mar) Edy Prakoso. (Istimewa)
Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Mayjen TNI (Mar) Edy Prakoso. (Istimewa)

 

RADAR PALU - Helikopter PK-CFX hilang kontak hanya lima menit setelah lepas landas, sebelum akhirnya sinyal darurat terdeteksi dari wilayah hutan Sekadau, Kalimantan Barat. 

Kronologi ini diungkap Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Mayjen TNI (Mar) Edy Prakoso, Kamis (16/4/2026). Helikopter lepas landas dari area perkebunan PT Citra Mahkota, Melawi, menuju Kubu Raya pukul 08.34 WIB. 

Hilang Kontak dalam 5 Menit 

Baca Juga: Ombudsman Minta Maaf Usai Kasus Hery Susanto, Janji Jaga Kepercayaan Publik

Berdasarkan data AirNav, helikopter terakhir terpantau pukul 08.39 WIB. Dalam waktu singkat, pesawat menghilang dari radar dan gagal melakukan komunikasi radio rutin. 

Situasi ini langsung memicu respons darurat. Basarnas Command Center kemudian mengaktifkan pemantauan sinyal darurat melalui sistem satelit. 

Sinyal Darurat Terdeteksi dari Satelit 

Pada pukul 09.15 WIB, sistem Kospas Sarsat menangkap pancaran Emergency Locator Transmitter (ELT) melalui satelit Leosar. 

Baca Juga: Kemenkum Sulteng Turun ke Pasar, Pedagang Palu Diingatkan Bahaya Barang Tiruan

Koordinat awal hilang kontak berada di sekitar 0°10’51” LS dan 110°47’25” BT. Sementara titik pancaran sinyal darurat terdeteksi di sekitar 0°12’00” LS dan 110°44’00” BT. 

Lokasi tersebut berada di wilayah Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau. 

Jaraknya sekitar 81,5 nautical mile dari Bandara Supadio dan sekitar 55 nautical mile dari Pos SAR Basarnas Sintang. 

8 Orang di Dalam Helikopter 

Basarnas mengonfirmasi terdapat delapan orang dalam penerbangan tersebut, terdiri dari dua kru dan enam penumpang. 

Baca Juga: Skandal Ombudsman: Rp1,5 M untuk Ubah Kebijakan Kemenhut

Data ini menjadi dasar operasi pencarian dan evakuasi yang langsung digerakkan ke titik koordinat sinyal darurat. 

Hingga kini, proses evakuasi dan investigasi masih berlangsung untuk memastikan kondisi korban serta penyebab pasti kecelakaan. 

Peristiwa ini kembali menyorot krusialnya sistem deteksi darurat dalam penerbangan, terutama di wilayah terpencil dengan akses terbatas seperti Kalimantan Barat.***

Editor : Muhammad Awaludin
#helikopter jatuh #sekadau kalbar #pk-cfx #kecelakaan udara #Basarnas