RADARPALU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa aktivitas gempa susulan pascagempa dan tsunami berkekuatan Magnitudo 7,6 di Maluku Utara pada 2 April 2026 menunjukkan tren penurunan signifikan.
Berdasarkan data pemantauan hingga 15 April 2026 pukul 06.00 WIB, total gempa susulan tercatat sebanyak 1.642 kejadian, dengan 32 di antaranya dirasakan oleh masyarakat.
Jumlah gempa harian juga terus mengalami penurunan sejak hari pertama yang mencapai 394 kejadian hingga hari ke-13 menjadi 18 kejadian.
Baca Juga: 14 Kursi Pimpinan Tinggi Diperebutkan
BMKG memperkirakan aktivitas gempa susulan akan terus meluruh dan berpotensi berakhir dalam kurun waktu dua hingga tiga minggu ke depan. Kondisi ini mengindikasikan sistem geologi di wilayah terdampak mulai menuju kestabilan.
Sejak hari pertama pascagempa, BMKG telah menurunkan tim survei gabungan dari BMKG Pusat, Balai Besar MKG Wilayah IV Makassar, serta unit pelaksana teknis di Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Tim melakukan serangkaian kajian lapangan untuk memvalidasi dampak bencana.
Hasil survei makroseismik menunjukkan tingkat guncangan tertinggi mencapai skala VII MMI di Kecamatan Pulau Batang Dua, Maluku Utara.
Baca Juga: Tambak Udang Tradisional Diujung Ketidapastian, Potensi Terabaikan, Perlu Intervensi
Sementara itu, survei ketinggian tsunami menemukan jejak rendaman air di sejumlah wilayah seperti Bitung, Pulau Lembeh, Minahasa Utara, dan Minahasa Tenggara dengan ketinggian berkisar antara 0,5 hingga 1,5 meter atau berstatus siaga.
Selain itu, BMKG juga melakukan survei geofisika untuk mengidentifikasi kerentanan tanah, termasuk potensi amplifikasi gelombang, likuefaksi, dan longsor.
Data tersebut menjadi dasar dalam penyusunan rekomendasi keselamatan bagi masyarakat di wilayah terdampak.
Tak hanya itu, BMKG turut melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat guna meredam kepanikan serta menangkal informasi hoaks terkait gempa dan tsunami. Edukasi tersebut mencakup langkah-langkah keselamatan serta prosedur evakuasi mandiri.
BMKG juga mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah Batang Dua dan Pulau Mayau, untuk tetap waspada meskipun aktivitas gempa mulai menurun.
Warga diminta memastikan kondisi bangunan aman sebelum digunakan kembali serta menghindari area rawan seperti lereng curam dan bangunan yang telah rusak.
Baca Juga: Rui Borges Percaya Sporting Bisa Bangkit di Kandang Arsenal
Masyarakat juga diingatkan untuk hanya mengakses informasi resmi dari BMKG guna menghindari penyebaran informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.(*)
Editor : Mugni Supardi