RADAR PALU - Jutaan ASN bersiap menyambut gaji ke-13 pada Juni 2026. Namun kali ini ada “bayangan” baru: pemerintah membuka peluang penyesuaian nominal di tengah tekanan subsidi energi. Artinya, cair tetap Juni—tapi jumlahnya belum tentu sama seperti tahun-tahun sebelumnya.
Harapan ASN untuk menerima gaji ke-13 penuh mulai diuji. Pemerintah melalui Kementerian Keuangan memberi sinyal kuat bahwa skema tahun ini masih dalam tahap kajian.
Dilansir dari Radar Bojonegoro Jawa pos, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan keputusan final belum diambil.
Baca Juga: WCPP 2026 Digelar di Bali, 44 Negara Bahas Reintegrasi Sosial
“Masih dipelajari. Nanti ditunggu hasilnya,” ujarnya di Kantor Kemenkeu, Jakarta.
Isu utama yang jadi pertimbangan: tekanan anggaran negara.
Tekanan Harga Minyak, Anggaran Terjepit
Lonjakan harga minyak dunia berdampak langsung pada membengkaknya subsidi energi. Pemerintah kini harus menjaga keseimbangan antara perlindungan daya beli masyarakat dan stabilitas fiskal.
Baca Juga: Wagub Sulteng Tegas Urusan Adat Tak Boleh Diintervensi, BMA Punya Kewenangan Penuh
Konsekuensinya, pos belanja pegawai—termasuk gaji ke-13—ikut dikaji ulang.
Langkah ini dianggap sebagai strategi menjaga defisit APBN tetap terkendali di tengah gejolak global.
Jadwal Tetap Juni, Tapi Bisa Mundur
Meski nominal belum pasti, jadwal pencairan sudah diatur dalam PP Nomor 9 Tahun 2026.
Beberapa poin penting:
Target cair: paling cepat Juni 2026
Tujuan utama: membantu biaya pendidikan anak
Bisa mundur: jika ada kendala administratif atau kesiapan anggaran
Acuan hitung: penghasilan bulan Mei 2026
Artinya, ASN tetap bisa berharap cair pertengahan tahun—meski perlu siap dengan skenario perubahan.
Siapa Saja yang Dapat?
Cakupan penerima gaji ke-13 tetap luas, meliputi:
-PNS dan CPNS
-PPPK
-TNI dan Polri
-Pejabat negara
-Pensiunan dan penerima tunjangan
Komponen Gaji ke-13
Jika tidak ada efisiensi, komponen yang diterima biasanya mencakup:
-Gaji pokok
-Tunjangan keluarga dan pangan
-Tunjangan jabatan/umum
-Tunjangan kinerja
Namun, semua komponen ini masih berpotensi disesuaikan tergantung keputusan akhir pemerintah.
Dampak Nyata: Ekonomi Daerah Ikut Terpengaruh
Gaji ke-13 bukan sekadar tambahan penghasilan. Di banyak daerah, pencairannya menjadi “mesin konsumsi” yang menggerakkan ekonomi lokal.
Jika nominal dipangkas, dampaknya bisa terasa pada:
Belanja rumah tangga ASN
Perputaran ekonomi UMKM
Daya beli di pertengahan tahun
Di sisi lain, pemerintah juga menghadapi dilema menjaga subsidi energi agar harga tetap stabil bagi masyarakat luas.
ASN Diminta Bersiap Realistis
Dengan kondisi yang masih dinamis, ASN disarankan mulai mengatur keuangan secara konservatif. Jangan langsung mengasumsikan gaji ke-13 cair penuh seperti tahun sebelumnya.
Keputusan final masih menunggu pengumuman resmi pemerintah. Namun satu hal pasti: Juni tetap jadi bulan kunci—meski nilainya belum tentu sama.***
Editor : Muhammad Awaludin