RADARPALU – Aktivitas gempa susulan pascagempa kuat Magnitudo 7,6 di wilayah Maluku Utara masih tergolong tinggi.
Hingga Senin (13/4/2026) pukul 06.00 WIB, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi 1.594 gempa susulan (aftershock).
Berdasarkan data Stasiun Geofisika Manado, dari total gempa susulan tersebut, sebanyak 31 gempa dirasakan oleh masyarakat. Magnitudo gempa tercatat bervariasi, mulai dari yang terkecil M 1,7 hingga terbesar M 5,8.
Baca Juga: Jelang Lawan Leeds, MU Dapat Kabar Baik dari Lisandro Martinez
Selain itu, BMKG mencatat terdapat 18 gempa dengan magnitudo di atas atau sama dengan 5, yang menunjukkan masih tingginya energi gempa yang dilepaskan di wilayah tersebut.
BMKG memperkirakan aktivitas gempa susulan ini masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan, dengan estimasi peluruhan selama 2 hingga 3 minggu.
“Meski tren mulai menurun, aktivitas seismik masih cukup tinggi dan masyarakat diimbau tetap waspada,” demikian keterangan BMKG.
Baca Juga: Ziarah Usai HUT Sulteng, Gubernur Kunjungi Makam Pendahulu
Data frekuensi gempa harian juga menunjukkan tren penurunan secara bertahap. Pada awal kejadian, jumlah gempa susulan tercatat mencapai 395 kejadian dalam sehari, kemudian menurun menjadi 299, 222, hingga 184 kejadian.
Meski demikian, fluktuasi masih terjadi dengan jumlah gempa harian yang sempat naik kembali di angka 67 dan 64 kejadian, sebelum kembali turun ke kisaran 47 hingga 49 kejadian per hari.
BMKG mengingatkan masyarakat, khususnya di wilayah terdampak, untuk tetap tenang namun tidak lengah, serta mengikuti informasi resmi terkait perkembangan aktivitas gempa.(*
Editor : Mugni Supardi