RADARPALU – Aktivitas seismik pascagempa kuat berkekuatan magnitudo 7,6 di wilayah Maluku Utara masih terus berlangsung.
Hingga 11 April 2026 pukul 06.00 WIB, Stasiun Geofisika BMKG mencatat sebanyak 1.497 gempa susulan (aftershock).
Dari jumlah tersebut, 30 gempa dilaporkan dirasakan masyarakat, menandakan sebagian aktivitas masih cukup signifikan.
Baca Juga: Desak Bupati Buol Evaluasi Kinerja Pejabat Eselon II dan Pejabat Lainnya
BMKG juga mencatat magnitudo gempa susulan bervariasi, dengan magnitudo maksimum mencapai 5,8 dan minimum 1,7.
Selain itu, terdapat 18 gempa susulan dengan magnitudo ≥5, yang berpotensi menimbulkan getaran cukup kuat di sejumlah wilayah terdampak.
BMKG memperkirakan proses peluruhan atau penurunan aktivitas gempa akan berlangsung dalam rentang waktu 2 hingga 3 minggu ke depan.
Baca Juga: PPK–PPTK Proyek Perpustakaan Parimo Diperiksa Polisi
Hal ini merupakan bagian dari proses alami stabilisasi energi setelah gempa utama berkekuatan besar.
“Data ini menunjukkan bahwa sistem tektonik masih dalam fase penyesuaian pascagempa utama. Masyarakat diimbau tetap waspada,” tulis BMKG dalam keterangannya.
Masyarakat diminta untuk terus memperhatikan kondisi bangunan, terutama yang mengalami kerusakan, serta menghindari area berisiko.
Selain itu, penting untuk memastikan informasi yang diterima berasal dari sumber resmi guna menghindari hoaks.
BMKG juga menegaskan bahwa gempa susulan dengan magnitudo lebih kecil merupakan hal yang wajar terjadi setelah gempa besar, namun tetap perlu diantisipasi dampaknya terhadap keselamatan.(*)
Editor : Mugni Supardi