RADARPALU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap temuan jejak tsunami setinggi 0,5 hingga 1,5 meter di sejumlah wilayah Sulawesi Utara pascagempa magnitudo 7,6 di Maluku Utara.
Temuan tersebut diperoleh dari hasil verifikasi lapangan yang dilakukan tim gabungan BMKG bersama unit pelaksana teknis di wilayah terdampak.
Beberapa daerah yang teridentifikasi mengalami rendaman tsunami antara lain Bitung, Pulau Lembeh, Minahasa Utara, dan Minahasa Tenggara.
Baca Juga: Gempa Malut Berangsur Reda, BMKG Prediksi Selesai 2–3 Minggu
BMKG menyebut, temuan ini sekaligus mengonfirmasi keakuratan sistem peringatan dini tsunami yang saat kejadian menetapkan status “Siaga”.
Selain itu, hasil survei makroseismik menunjukkan tingkat guncangan maksimum mencapai skala VII MMI di Kecamatan Pulau Batang Dua. Skala ini tergolong kuat dan berpotensi menimbulkan kerusakan.
Untuk mendukung upaya mitigasi, BMKG juga melakukan pengukuran mikrozonasi guna memetakan kerentanan tanah terhadap risiko likuefaksi dan longsor di wilayah terdampak.
Baca Juga: Sinergi Kejati Sulteng–Media Diperkuat, Kajati Nuzul Rahmat: Kami Terbuka dalam Penanganan Perkara
Plt. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, mengimbau masyarakat agar tetap waspada selama masa pemulihan berlangsung.
“Masyarakat diharapkan menghindari bangunan rusak dan area rawan longsor, serta hanya mengakses informasi resmi dari BMKG,” ujarnya.
BMKG juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi hoaks yang dapat memicu kepanikan di tengah masyarakat.
Sebagai langkah antisipasi, masyarakat diminta terus mengikuti perkembangan informasi melalui kanal resmi seperti website BMKG, media sosial @InfoBMKG, serta aplikasi InfoBMKG.
Upaya sosialisasi dan edukasi mitigasi bencana juga terus dilakukan guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi risiko lanjutan.(*)
Editor : Mugni Supardi