RADARPALU – Manajemen InJourney menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna jasa bandara atas insiden kebocoran atap di salah satu area Terminal Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang terjadi pada 6 April 2026.
Dalam pernyataan resminya, InJourney menjelaskan bahwa kebocoran tersebut dipicu oleh hujan dengan intensitas sangat tinggi yang disertai potensi windshear. Kondisi cuaca ekstrem itu menyebabkan gangguan pada salah satu bagian fasilitas terminal.
“Sejak kejadian berlangsung, petugas operasional telah melakukan penanganan dengan cepat, termasuk pembersihan serta pengamanan area terdampak agar kondisi segera terkendali,” tulis manajemen InJourney.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem Picu Gangguan di Bandara Soekarno-Hatta
Sebagai induk holding dari InJourney Airports, pihaknya menegaskan bahwa keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jasa tetap menjadi prioritas utama. Langkah cepat dilakukan untuk memastikan dampak kejadian dapat diminimalkan.
Sebagai informasi, InJourney (PT Aviasi Pariwisata Indonesia) merupakan BUMN holding yang bergerak di sektor aviasi dan pariwisata, yang mengelola bandara, destinasi wisata, hotel, serta berbagai layanan pendukung pariwisata di Indonesia.
Selain penanganan di lokasi, InJourney juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap fasilitas bandara guna mencegah kejadian serupa terulang. Pemeriksaan teknis serta percepatan perbaikan menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas infrastruktur.
Baca Juga: Sudah 1.241 Gempa Susulan Guncang Maluku Utara, Aktivitas Seismik Mulai Menurun
“InJourney bersama InJourney Airports melakukan evaluasi teknis dan penguatan prosedur pemeliharaan infrastruktur untuk memastikan keandalan fasilitas tetap terjaga,” lanjut pernyataan tersebut.
Meski sempat terjadi gangguan, InJourney memastikan operasional penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta tetap berjalan normal tanpa hambatan berarti.
Ke depan, InJourney berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan akan menyampaikan perkembangan penanganan melalui kanal komunikasi resmi kepada masyarakat.(*)
Editor : Mugni Supardi