RADARPALU – Aktivitas gempa susulan pascagempa utama berkekuatan magnitudo 7,6 di wilayah Maluku Utara masih terus terjadi. Hingga Selasa, 7 April 2026 pukul 06.00 WIB, Stasiun Geofisika Manado mencatat sebanyak 1.241 gempa susulan.
Berdasarkan data terbaru BMKG, dari total gempa susulan tersebut, sebanyak 24 di antaranya dirasakan oleh masyarakat.
Sementara itu, magnitudo gempa susulan tercatat bervariasi, dengan kekuatan maksimum mencapai M 5,8 dan minimum M 1,7. Tercatat pula sebanyak 18 gempa memiliki magnitudo di atas 5.
Baca Juga: Sosialisasi Perda Digelar, Pemprov Sulteng Siapkan Payung Hukum Masyarakat Adat
Meski jumlah gempa susulan masih tinggi, tren aktivitas seismik menunjukkan penurunan dari hari ke hari.
Pada hari pertama pascagempa utama tercatat 394 kejadian, kemudian menurun menjadi 304 pada hari kedua, 223 pada hari ketiga, 187 pada hari keempat, dan 133 pada hari kelima.
BMKG menyebut kondisi ini sebagai bagian dari proses stabilisasi setelah gempa besar. Namun demikian, masyarakat tetap diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi kerusakan bangunan yang dapat membahayakan keselamatan.
Baca Juga: Napoli Tekuk AC Milan, Conte Tegaskan Perburuan Scudetto Belum Usai
“Gempa dengan magnitudo 7,6 bukanlah skala kecil. Dampaknya masih terasa hingga hari ini, sehingga penting bagi masyarakat untuk tetap waspada dan memastikan informasi yang diterima berasal dari sumber resmi,” tulis BMKG melalui akun @stageof.manado.bmkg.
BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta terus mengikuti arahan resmi terkait mitigasi bencana.(*)
Editor : Mugni Supardi