RADARPALU – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan pentingnya percepatan penanganan saat terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB), khususnya untuk penyakit campak yang sangat menular dan berisiko menimbulkan komplikasi serius pada anak.
Meski secara nasional kasus campak dilaporkan menurun hingga 93 persen, Kemenkes mengingatkan bahwa ancaman penyebaran masih tetap ada.
Karena itu, langkah cepat dan terukur menjadi kunci untuk mencegah lonjakan kasus di berbagai daerah.
Baca Juga: Tiga Musim Tiga Trofi, Eredivisie Jadi Milik Eindhoven
Salah satu strategi yang dilakukan adalah Outbreak Response Immunization (ORI) atau imunisasi tambahan. Program ini difokuskan pada wilayah dengan jumlah kasus tertinggi guna memperkuat perlindungan terhadap anak-anak, terutama kelompok usia rentan.
Kemenkes menyebutkan, imunisasi tambahan diberikan kepada anak usia 9 hingga 59 bulan di 10 kabupaten/kota dengan kasus campak tertinggi. Langkah ini bertujuan untuk menutup celah kekebalan yang mungkin masih ada pada anak-anak.
Selain itu, ORI juga diharapkan mampu memutus rantai penularan agar wabah tidak meluas ke daerah lain. Imunisasi ini sekaligus menjadi perlindungan ekstra bagi anak yang berisiko mengalami komplikasi akibat infeksi campak.
Baca Juga: Gunakan Modus Debt Collector, Tiga Pelaku Curanmor Dibekuk Polisi
“Penanganan cepat saat KLB menjadi kunci utama. Imunisasi tambahan memastikan anak-anak tetap sehat dan terlindungi,” demikian imbauan Kemenkes dalam kampanyenya.
Melalui upaya ini, pemerintah berharap cakupan imunisasi semakin merata dan masyarakat semakin sadar pentingnya vaksinasi sebagai langkah preventif menghadapi penyakit menular.(*)
Editor : Mugni Supardi