RADARPALU – BRIN menegaskan bahwa fenomena jatuhnya sampah antariksa seperti yang terlihat di langit Lampung dan Banten merupakan kejadian yang wajar secara global, namun relatif jarang disaksikan langsung di Indonesia.
Peneliti BRIN, Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa sebagian besar sampah antariksa akan terbakar habis saat memasuki atmosfer Bumi.
“Fenomena ini pada umumnya tidak membahayakan masyarakat. Hampir semua benda akan habis terbakar sebelum mencapai permukaan,” jelasnya.
Baca Juga: BRIN Pastikan Cahaya Misterius di Langit Lampung-Banten adalah Sisa Roket Tiongkok
Ia menambahkan, risiko hanya muncul jika ada bagian yang tidak terbakar sempurna. Namun hingga kini, belum pernah ada laporan dampak langsung terhadap permukiman manusia di dunia.
Menurutnya, penyebab utama benda luar angkasa jatuh adalah hambatan udara di orbit rendah. Satelit atau roket yang sudah tidak aktif akan kehilangan kecepatan, turun ketinggian, dan akhirnya masuk atmosfer.
Dalam peristiwa terbaru, objek diperkirakan pecah dan jatuh di wilayah hutan atau laut, sehingga tidak menimbulkan dampak berarti.
Baca Juga: Jadwal Timnas Futsal Indonesia di ASEAN 2026, Lawan Brunei hingga Australia
BRIN pun mengimbau masyarakat agar tetap tenang jika melihat fenomena serupa di masa depan.
“Ini bagian dari dinamika aktivitas antariksa global dan bisa menjadi sarana edukasi publik,” pungkas Thomas.(*)
Editor : Mugni Supardi