RADAR PALU- Gempa Padang berkekuatan magnitudo 5,7 yang terjadi pukul 18.21 WIB pada Sabtu (4/4/2026), sejatinya sejatinya adalah gempa mentawai karena pusat gempa berada di wilayah perairan Kepulauan Mentawai.
Menurut data BMKG, pusat gempa padang berada pada koordinat 2,05 Lintang Selatan dan 100,05 Bujur Timur dengan kedalaman 11 kilometer. BMKG menjelaskan bahwa gempa padang hari ini sejatinya adalah gempa mentawai karena lokasi episenter berada di laut sekitar 51 kilometer tenggara Tuapejat, ibu kota Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Baca Juga: Usai Gempa Manado, BMKG Catat Aktivitas Gempa Magnitudo 5,7 di Sumatera Barat
Wilayah Mentawai sendiri memang dikenal sebagai kawasan aktif secara seismik sehingga kejadian gempa padang yang berasal dari kawasan tersebut bukan hal baru. Berdasarkan kajian BMKG, wilayah Mentawai berada di zona megathrust Mentawai-Siberut, yaitu zona pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia yang sering memicu gempa bumi.
Radar Palu menghimpun data yang dirilis oleh BMKG melaui situs resminya tentang sejarah gempa berkekuatan besar. Inilah riwayat empat peristiwa gempa besar yang tercatat.
1. Gempa Mentawai Magnitudo 6,0 (1 September 2017)
BMKG mencatat gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 6,0 terjadi pada 1 September 2017 pukul 00.06 WIB di wilayah Kepulauan Mentawai. Episenter gempa berada di laut sekitar 57 kilometer timur laut Muara Siberut dengan kedalaman sekitar 59 kilometer. BMKG menyatakan gempa ini merupakan aktivitas tektonik di zona subduksi Mentawai dan sempat diikuti gempa susulan kecil.
2. Gempa Mentawai Magnitudo 5,1 (21 April 2017)
Peristiwa gempa lainnya terjadi pada 21 April 2017 pukul 11.00 WIB dengan kekuatan Magnitudo 5,1. Menurut BMKG, pusat gempa berada sekitar 103 kilometer tenggara Kepulauan Mentawai dengan kedalaman 42 kilometer. Gempa ini tidak berpotensi tsunami dan tidak tercatat gempa susulan signifikan dalam satu jam setelah kejadian.
3. Gempa Mentawai Magnitudo 6,9 di Zona Megathrust
BMKG juga mencatat gempa kuat berkekuatan Magnitudo 6,9 yang terjadi di wilayah Mentawai dan berkaitan dengan zona megathrust Mentawai. Gempa tersebut memiliki mekanisme patahan naik (thrust fault) di zona pertemuan lempeng dengan kedalaman sekitar 23 kilometer. BMKG menyebut karakteristik gempa di wilayah ini memang didominasi oleh aktivitas megathrust yang berpotensi memicu tsunami kecil.
4. Gempa Mentawai Magnitudo 6,1 (2022)
BMKG juga mencatat gempa berkekuatan Magnitudo 6,1 yang terjadi di wilayah Kepulauan Mentawai pada September 2022. Episenter gempa berada di wilayah Siberut Barat pada koordinat sekitar 1,18 LS dan 98,53 BT dengan kedalaman sekitar 27 kilometer. Gempa ini diikuti beberapa gempa susulan dengan magnitudo lebih kecil.
Baca Juga: Gempa Padang M5,7 Tidak Berpotensi Tsunami, Kepala BPBD Kota Padang Sebut Kota Padang Aman
BMKG juga menyebut kawasan Mentawai-Siberut sebagai salah satu seismic gap atau wilayah yang berpotensi melepaskan energi gempa besar di masa depan. Karena itu, masyarakat yang merasakan gempa padang diimbau tetap meningkatkan kesiapsiagaan serta selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG.(uq)
Editor : Nur Soima Ulfa