RADAR PALU - Sebanyak 135 siswa dan guru di Jakarta Timur diduga mengalami keracunan usai menyantap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kawasan Duren Sawit.
Insiden dugaan keracunan MBG Jakarta Timur ini terjadi pada Kamis (2/4/2026). Gejala mulai dirasakan korban tak lama setelah waktu makan siang sekitar pukul 11.00 WIB.
Para siswa dan guru dilaporkan mengalami mual hingga pusing. Informasi tersebut cepat menyebar melalui grup komunikasi orang tua murid dan memicu kepanikan.
Data sementara menyebutkan korban berasal dari sejumlah sekolah, di antaranya SDN Pondok Kelapa 09, SDN Pondok Kelapa 01, SDN Pondok Kelapa 07, hingga SMAN 91 Jakarta.
Baca Juga: MBG Dipangkas Jadi 5 Hari, Ini Alasan Pemerintah
Pemerintah Kota Jakarta Timur langsung bergerak menangani korban. Seluruh siswa dan guru yang mengalami gejala segera dilarikan ke Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit.
Kepala Sudin Pendidikan Wilayah I Jakarta Timur, M. Fahmi, menegaskan pihaknya fokus pada keselamatan korban.
"Kalau Sudin Pendidikan itu, kami tidak punya kewenangan menyampaikan itu keracunan atau bukan. Yang jelas kami fokus kepada keselamatan anak-anak, terutama terkait kesehatannya," ujar Fahmi, Sabtu (4/4/2026)
Baca Juga: Program MBG Jangkau 61,6 Juta Penerima, Serap 1,1 Juta Tenaga Kerja
Hingga kini, penyebab pasti dugaan keracunan MBG Jakarta Timur masih menunggu hasil uji laboratorium.
Fahmi menekankan bahwa pihaknya tidak ingin berspekulasi sebelum ada hasil resmi dari pihak berwenang.
"Saat ini masih menunggu hasil dari pihak yang berwenang. Sambil kami juga terus mendata siswa yang dirawat atau sudah pulang, masih kami perbarui terus karena masih fluktuatif," jelasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak menarik kesimpulan prematur.
"Yang mengetahui hasilnya hanya laboratorium, jadi kita tunggu saja," tambahnya.
Di sisi lain, kekhawatiran muncul dari kalangan orang tua. Salah satu wali murid berinisial Z mengungkapkan bahwa menu MBG hari itu berbeda dari biasanya.
Baca Juga: Awasi 83 Juta Penerima MBG, BPOM Perkuat Kelembagaan
Jika sebelumnya siswa menerima nasi, pada hari kejadian mereka mendapatkan menu spaghetti.
Perubahan menu tersebut membuat anak-anak langsung menyantap makanan di lokasi, yang kemudian diduga berkaitan dengan munculnya gejala.
Kasus dugaan keracunan MBG Jakarta Timur ini menjadi perhatian serius dalam pelaksanaan program makan gratis di sekolah.
Pemerintah daerah bersama dinas terkait masih terus melakukan pendataan dan pemantauan kondisi korban.
Hasil uji laboratorium diharapkan segera keluar untuk memastikan penyebab pasti insiden ini, sekaligus menjadi bahan evaluasi program MBG ke depan.***
Editor : Muhammad Awaludin