RADARPALU – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi kembali menunjukkan peningkatan. Informasi awal kejadian ini dibagikan melalui media X (Twitter) oleh akun @merapi_uncover.
Berdasarkan laporan resmi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), peristiwa tersebut terjadi pada pukul 00.06 WIB dan terpantau jelas melalui kamera CCTV pemantauan.
Secara teknis, awan panas tercatat memiliki amplitudo maksimum 80 mm dengan durasi gempa mencapai 146,3 detik.
Baca Juga: Jejak Panjang Tsunami Laut Maluku, dari Gamalama hingga Halmahera
Arah luncuran mengarah ke barat daya, tepatnya menuju hulu Kali Sat/Putih, yang merupakan salah satu jalur rawan aliran material vulkanik.
Meski aktivitas meningkat, status Gunung Merapi hingga saat ini masih berada pada Level III (Siaga). Namun, potensi bahaya tetap tinggi, terutama di sektor-sektor yang menjadi jalur aliran awan panas dan lahar.
BPPTKG mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting bagi masyarakat. Warga diminta tidak beraktivitas di zona bahaya yang telah ditetapkan, serta menjauhi alur sungai yang berhulu di Merapi guna mengantisipasi potensi awan panas susulan maupun lahar.
Baca Juga: Jalur Trans Sulawesi Ampana–Poso Kembali Terbuka, Diberlakukan Satu Arah Bergantian
Selain itu, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan hanya mengacu pada informasi resmi dari otoritas terkait. Perkembangan terbaru aktivitas Merapi dapat dipantau melalui kanal resmi BPPTKG maupun aplikasi Magma Indonesia.
Peningkatan aktivitas ini menjadi pengingat bahwa Gunung Merapi, sebagai salah satu gunung api paling aktif di Indonesia, masih menyimpan potensi erupsi yang harus diwaspadai secara serius.(*)
Editor : Mugni Supardi