RADARPALU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan penyampaian peringatan dini tsunami pascagempa magnitudo 7,6 di Maluku Utara dilakukan sangat cepat sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengungkapkan bahwa informasi awal berhasil dirilis hanya dalam waktu 2 menit 45 detik setelah gempa terjadi.
“Dalam waktu kurang dari 3 menit setelah gempa, BMKG sudah menyampaikan parameter gempa, potensi tsunami, estimasi waktu tiba, dan tingkat ancaman,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi Penanganan Darurat di Gedung BNPB, Jakarta, Kamis (2/4).
Baca Juga: BMKG Warning! Hujan Lebat Ancam Palu dan Sekitarnya Siang Ini
Gempa sendiri terjadi pada pukul 05.48 WIB dengan pusat di laut sekitar 132 kilometer barat laut Ternate, Maluku Utara, pada kedalaman 33 kilometer.
BMKG kemudian melanjutkan tahapan peringatan dini sesuai prosedur. Peringatan tahap kedua disampaikan kurang dari 10 menit setelah gempa, disusul pembaruan informasi pada menit ke-30 hingga 60.
Seluruh rangkaian informasi peringatan dini tsunami tersebut ditutup maksimal 120 menit setelah estimasi waktu tiba pertama.
Baca Juga: 3 April Diperingati sebagai Hari Hewan Akuatik, Ini Fakta dan Tantangannya
Faisal menambahkan, peringatan dini tahap kedua juga diteruskan ke sistem regional dan global, termasuk Indian Ocean Tsunami Warning System (IOTWS).
“Peringatan dini tahap dua keluar 8 menit setelah gempa dan langsung diteruskan ke IOTWS,” jelasnya.
BMKG akhirnya mengakhiri peringatan dini tsunami pada pukul 09.56 WIB setelah parameter menunjukkan kondisi telah aman.
Menurut Faisal, kecepatan penyampaian informasi ini menjadi kunci penting dalam mendukung langkah evakuasi dan penanganan darurat di daerah terdampak.(*)
Editor : Mugni Supardi