RADAR PALU – Dunia arkeologi kembali dikejutkan dengan temuan yang berpotensi mengubah peta sejarah peradaban kuno di Indonesia. Tim peneliti yang dipimpin oleh Dani Hilman Natawijaya mengungkap indikasi adanya struktur raksasa menyerupai piramida yang terkubur di kawasan Lembah Bada dan Lembah Napu, Sulawesi Tengah.
Temuan ini bukan sekadar spekulasi. Penelitian dilakukan menggunakan teknologi modern seperti georadar dan lidar yang mampu “menembus” lapisan tanah.
Hasilnya, terdeteksi adanya susunan dinding granit hingga lima meter serta struktur yang diduga merupakan bangunan buatan manusia, bukan formasi alam biasa.
Baca Juga: Temuan Situs Megalitik di Dongi-Dongi Diselidiki, Tim Arkeologi Turun ke Lokasi
Struktur tersebut diperkirakan memiliki tinggi mencapai 35 hingga 40 meter, sebanding dengan Candi Borobudur. Namun, bentuknya berbeda dengan piramida Mesir karena memiliki kontur lebih halus.
Penggalian awal juga menemukan menhir besar yang tertimbun di bawah lapisan tanah, memperkuat dugaan adanya aktivitas manusia purba di lokasi tersebut.
Penelitian ini juga dikaitkan dengan teori keberadaan Sundaland, daratan purba yang diyakini tenggelam akibat naiknya permukaan laut di akhir zaman es.
Data migrasi DNA manusia purba menunjukkan adanya perpindahan populasi dari wilayah tersebut ke Sulawesi.
Selain itu, temuan seni cadas di Gua Metanduno, Pulau Muna, yang berusia sekitar 67.800 tahun semakin memperkuat indikasi bahwa kawasan Sulawesi telah lama menjadi pusat peradaban awal manusia.
Baca Juga: Hijaukan Situs Megalit, 100 Pohon Mahoni Ditanam di Pokekea
Meski demikian, para peneliti masih menunggu hasil penanggalan kosmogenik untuk memastikan usia pasti situs tersebut.
Jika terbukti, temuan ini bisa menempatkan Sulawesi sebagai salah satu pusat peradaban tertua di dunia, sekaligus membuka babak baru dalam memahami warisan budaya megalitik Nusantara.
Editor : Wahono.