RADARPALU –Aktivitas gempa susulan pascagempa bumi magnitudo 7,6 di wilayah Pulau Mayau, Kecamatan Batang Dua, Kota Ternate, Maluku Utara, terus meningkat. Hingga Kamis (2/4) pukul 18.55 WIB, BMKG mencatat sebanyak 212 gempa susulan terjadi.
Dari jumlah tersebut, lima gempa dirasakan langsung oleh masyarakat, dengan magnitudo terbesar mencapai M5,8.
Gempa utama yang dipicu oleh aktivitas deformasi batuan dengan mekanisme sesar naik (thrust fault) itu sebelumnya mengguncang luas wilayah, mulai dari Ternate, Kecamatan Ibu, Manado, hingga Gorontalo, Boalemo, dan Pohuwato.
Baca Juga: Forkkom Bappeda XXIII di Parimo: Sinkronisasi Pembangunan Daerah Diperkuat Tanpa Ego Sektoral
Berdasarkan data, intensitas guncangan tertinggi mencapai skala V-VI MMI di Ternate, yang menyebabkan kepanikan warga serta kerusakan ringan hingga sedang pada sejumlah bangunan.
Dampak sementara mencatat satu orang meninggal dunia, serta puluhan bangunan dan kantor mengalami kerusakan di wilayah Manado, Minahasa, Ternate, dan sekitarnya.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, serta menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat gempa.
Baca Juga: Forkkom Bappeda XXIII di Parimo: Sinkronisasi Pembangunan Daerah Diperkuat Tanpa Ego Sektoral
Selain itu, masyarakat diminta tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi dan terus memantau perkembangan melalui kanal resmi BMKG.(*)
Editor : Mugni Supardi