Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Gempa Manado Berasal dari Subduksi Laut Maluku, BMKG Sebut Dampaknya ke Sulawesi Tengah Bagian Utara Relatif Lemah

Nur Soima Ulfa • Kamis, 2 April 2026 | 15:40 WIB
EFEK LEMAH: Titik pusat gempa yang terletak di tenggara pulau Bitung, anatara Pulau Sulawesi dan Maluku Utara. Letak sumber gempa ini terhitung jauh dari wilayah utara Provinsi Sulawesi Tengah. (Foto: tangkapan layar www.bmkg.go.id)
EFEK LEMAH: Titik pusat gempa yang terletak di tenggara pulau Bitung, anatara Pulau Sulawesi dan Maluku Utara. Letak sumber gempa ini terhitung jauh dari wilayah utara Provinsi Sulawesi Tengah. (Foto: tangkapan layar www.bmkg.go.id)

RADAR PALU – Peristiwa gempa Manado yang terjadi pada Kamis (2/4/2026) sempat menimbulkan kekhawatiran di wilayah Sulawesi Tengah bagian utara, khususnya Kabupaten Tolitoli dan Kabupaten Buol yang berbatasan langsung dengan Provinsi Gorontalo. Namun berdasarkan analisis dari siarn pers Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, sumber gempa Manado berasal dari sistem patahan yang berbeda sehingga pengaruhnya ke wilayah Sulawesi Tengah bagian utara relatif kecil.

Menurut data BMKG, gempa Manado berkekuatan sekitar magnitudo 7,6 dengan pusat gempa berada di laut pada koordinat 1,25° LU dan 126,27° BT atau sekitar 129 kilometer tenggara Bitung dengan kedalaman sekitar 33 kilometer. BMKG menjelaskan bahwa gempa Manado termasuk gempa dangkal yang dipicu aktivitas subduksi di kawasan Laut Maluku. Informasi resmi analisis gempa dapat diakses melalui laman BMKG.

Baca Juga: Gempa M 3,8 Guncang Parigi Moutong, Getaran Terasa di Tolitoli

Dalam analisis mekanisme sumbernya, BMKG menyebut gempa Manado memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault. Mekanisme tersebut terjadi ketika tekanan antar lempeng tektonik di wilayah Laut Maluku mendorong salah satu blok batuan naik ke atas sehingga memicu gempa Manado dengan energi cukup besar.

Secara geologi, wilayah sumber gempa Manado berada di zona tumbukan Laut Maluku yang merupakan kawasan pertemuan beberapa lempeng tektonik aktif. Aktivitas tektonik tersebut menjadi penyebab utama munculnya gempa Manado yang terasa hingga sejumlah wilayah di bagian utara Pulau Sulawesi.

Meski demikian, para ahli menilai gempa Manado tidak memiliki keterkaitan langsung dengan sistem patahan yang memengaruhi wilayah Sulawesi Tengah bagian utara seperti Kabupaten Tolitoli dan Kabupaten Buol. Struktur geologi di wilayah tersebut berbeda dengan zona subduksi yang menjadi sumber utama gempa Manado.

Gelombang seismik dari gempa Manado memang dapat merambat hingga ratusan kilometer dan berpotensi terasa di beberapa wilayah Sulawesi Tengah bagian utara. Namun intensitas getaran dari gempa Manado biasanya sudah melemah karena jarak yang cukup jauh dari pusat gempa.

Baca Juga: Gempa M 7,6 Malut Terasa di 3 Provinsi, BMKG Catat 48 Gempa Susulan

BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi setelah terjadinya gempa Manado. Warga di Sulawesi Tengah bagian utara diminta tetap mengikuti informasi resmi dari BMKG terkait perkembangan gempa Manado maupun potensi gempa lainnya.

Dengan demikian, meskipun gempa Manado terjadi cukup kuat dan dirasakan di beberapa wilayah, masyarakat di Kabupaten Tolitoli dan Kabupaten Buol tidak perlu panik. Hal ini karena sumber gempa Manado berada pada sistem patahan yang berbeda sehingga kecil kemungkinan memicu gempa serupa di wilayah Sulawesi Tengah bagian utara.(uq)

 
Editor : Nur Soima Ulfa
#gempa Manado #gempa manado hari ini #manado #BMKG #gempa