Gempa Maluku - Sulut terjadi sekitar pukul 06.38 WITA dan dipicu oleh deformasi kerak bumi dengan mekanisme thrust fault atau patahan naik. Guncangan ini memicu tsunami di sejumlah wilayah pesisir.
Baca Juga: BMKG Jelaskan Istilah “Peringatan Tsunami Berakhir”, Bukan Dicabut
Sejumlah daerah di Sulawesi Utara hingga Maluku Utara ikut terdampak. Meski tidak terlalu tinggi, gelombang tsunami sempat membuat warga panik dan menjauhi pantai.
Rincian Ketinggian Tsunami
Data dari @infogampabumi yang dihimpun, ketinggian tsunami gempa Maluku - Sulut bervariasi di tiap lokasi. Kema, Minahasa Utara mencatat angka tertinggi.
Baca Juga: Pascagempa, BMKG Minta Warga Prioritaskan Keselamatan
Berikut rinciannya:
- Kema, Minahasa Utara, Sulawesi Utara: 0,75 meter
- Tanjung Merah, Sulawesi Utara: 0,65 meter
- Halmahera Barat, Maluku Utara: 0,3 meter
- Bitung, Sulawesi Utara: 0,2 meter
- Beo, Sulawesi Utara: 0,15 meter
- Talengan, Sulawesi Utara: 0,13 meter
- Davao, Filipina: 0,05 meter
Kerusakan dan Korban
Selain mencatat ketinggian tsunami, gempa Maluku - Sulut juga menyebabkan kerusakan di sejumlah wilayah. Rumah warga dan bangunan dilaporkan mengalami kerusakan.
Satu warga di Sulawesi Utara dilaporkan meninggal dan warga dilaporkan mengalami luka. Hingga kini, jumlah korban masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait.
Status Tsunami Berakhir
Saat ini, potensi tsunami akibat gempa Maluku - Sulut telah dinyatakan berakhir. Kondisi laut dilaporkan kembali normal.
Meski begitu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
Pemerintah dan instansi terkait terus memantau dampak gempa Maluku - Sulut, sembari memastikan keselamatan warga di wilayah terdampak.***
Editor : Muhammad Awaludin