RADAR PALU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali memperbarui data peringatan dini tsunami pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang terjadi di 129 kilometer tenggara Bitung, Sulawesi Utara, Kamis (2/4) pukul 05.48 WIB.
Berdasarkan hasil pengamatan muka air laut, BMKG mengonfirmasi tsunami telah terdeteksi di sejumlah wilayah dengan ketinggian bervariasi.
Gelombang tertinggi tercatat di Minahasa Utara mencapai 0,75 meter pada pukul 06.18 WIB. Disusul Belang setinggi 0,68 meter pada pukul 06.36 WIB dan Sidangoli 0,35 meter pada pukul 06.16 WIB.
Sementara itu, di Halmahera Barat gelombang terukur 0,30 meter, Gita 0,24 meter, Bitung 0,20 meter, Sitaro 0,19 meter, Kedi 0,15 meter, dan Bumbulan 0,13 meter.
BMKG juga merilis pemodelan wilayah yang berpotensi terdampak tsunami. Sejumlah daerah di Maluku Utara dan Sulawesi Utara berstatus Siaga, antara lain Kota Ternate, Halmahera, Kota Tidore, Kota Bitung, serta sebagian wilayah Minahasa.
Sedangkan wilayah lain seperti Kepulauan Sangihe, Minahasa Utara bagian utara, dan Bolaang Mongondow bagian selatan berada pada status Waspada.
Baca Juga: Menteri ATR: Tanah Tanpa Sertipikat Tak Punya Nilai Ekonomi
BMKG mengimbau pemerintah daerah sesuai status peringatan untuk segera mengambil langkah antisipasi. Pada status siaga, masyarakat diminta melakukan evakuasi, sementara status waspada diimbau menjauhi pantai dan tepian sungai.
“Potensi tsunami untuk diteruskan kepada masyarakat. Ikuti arahan peringatan dini dari BPBD, BNPB, dan BMKG,” tulis BMKG dalam keterangannya.
Hingga kini, pemantauan terus dilakukan guna memastikan perkembangan kondisi gelombang laut dan potensi dampak lanjutan di wilayah terdampak.(*)
Editor : Mugni Supardi