RADAR PALU - Kebakaran SPBE Cimuning di Mustika Jaya, Bekasi, Rabu (1/4/2026) malam, didahului ledakan keras yang membuat warga sekitar panik.
Kebakaran SPBE Cimuning terjadi di Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi. Peristiwa ini berlangsung sekitar pukul 21.00 WIB.
Baca Juga: Haru! Bocah Nyetir Perahu Sambil Jaga Adik, Videonya Viral
Warga menyebut, sebelum api muncul, terdengar suara ledakan keras dari area Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning. Kilatan cahaya juga terlihat dari lokasi.
Tak lama berselang, api langsung membesar dan menjalar cepat, memicu kepanikan warga sekitar.
Warga Berhamburan Keluar Rumah
Kerasnya ledakan membuat warga sekitar SPBE Cimuning berhamburan keluar rumah. Mereka berusaha menyelamatkan diri karena khawatir terjadi ledakan susulan.
Baca Juga: Viral Polisi Gendong Bayi Saat Salat Id, Bikin Haru Netizen
Sebagian warga memilih menjauh dari lokasi kebakaran untuk menghindari risiko yang lebih besar.
Api Membesar, Damkar Dikerahkan
Kobaran api di SPBE Cimuning terlihat membubung tinggi. Petugas pemadam kebakaran langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman.
Hingga saat ini, proses pemadaman masih terus berlangsung. Petugas juga berupaya mengendalikan situasi agar api tidak meluas.
Kesaksian Warga
Seorang warga, Andi, mengaku mendengar langsung suara ledakan sebelum kebakaran terjadi.
“Kami kaget mendengar suara ledakan keras, lalu terlihat cahaya besar dari arah SPBE. Tak lama api langsung membesar,” ujarnya.
Baca Juga: Toleransi Idulfitri di Bitung Viral, Pemuda Kristiani Bantu Amankan dan Bersihkan Lokasi Salat Ied
Kesaksian tersebut menggambarkan cepatnya api menyebar setelah ledakan di SPBE Cimuning.
Penyebab Masih Diselidiki
Penyebab pasti kebakaran SPBE Cimuning hingga kini belum diketahui. Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Warga diimbau tetap waspada dan tidak mendekati lokasi kebakaran demi keselamatan.
Kebakaran SPBE Cimuning menjadi perhatian serius karena disertai ledakan. Penanganan masih berlangsung, sementara penyebab kejadian terus ditelusuri.***
Editor : Muhammad Awaludin