RADAR PALU - Pemerintah tengah mengkaji penerapan WFH ASN Jumat sebagai langkah strategis untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM), tanpa mengganggu layanan publik.
Rencana penerapan WFH ASN Jumat terus dimatangkan pemerintah. Skema ini dinilai paling tepat karena berdekatan dengan akhir pekan, sehingga mampu mengurangi mobilitas masyarakat secara signifikan.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pemilihan hari Jumat bukan tanpa alasan. Menurutnya, momentum menjelang hari libur membuat kebijakan ini lebih berdampak.
“Kalau dipilih hari yang tepat seperti Jumat, apalagi yang berdekatan dengan libur, dampaknya bisa lebih terasa,” ujarnya.
Penerapan WFH ASN Jumat diyakini dapat menekan penggunaan BBM dari sektor transportasi harian. Berkurangnya aktivitas perjalanan dinilai berkontribusi langsung terhadap efisiensi energi.
Meski begitu, Purbaya menegaskan bahwa besaran penghematan BBM tidak bersifat tetap. Angkanya bisa berbeda tergantung kondisi di lapangan.
“Ada penghematan, meski angkanya bisa bervariasi,” katanya.
Pemerintah memastikan kebijakan ini tidak akan mengganggu sektor-sektor vital. Aktivitas industri dan layanan penting tetap berjalan normal seperti biasa.
Selain itu, pelayanan publik juga dijamin tetap optimal meskipun sebagian ASN menjalankan WFH ASN Jumat. Penyesuaian sistem kerja disebut sudah diperhitungkan.
Baca Juga: DPMPTSP Palu Tetap Buka Saat WFH, Layanan NIB Paling Banyak Diakses
Menurut pemerintah, penerapan WFH ASN Jumat yang hanya dilakukan satu hari dalam sepekan tidak akan berdampak signifikan terhadap kinerja pegawai.
“Kalau hanya satu hari, seharusnya tidak memengaruhi kinerja secara keseluruhan,” jelas Purbaya.
Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi efisiensi energi nasional, sekaligus menjaga keseimbangan antara produktivitas ASN dan kualitas layanan publik.
Jika diterapkan, WFH ASN Jumat diharapkan menjadi solusi realistis untuk menghemat BBM di tengah tekanan global, tanpa mengorbankan pelayanan kepada masyarakat.***
Editor : Muhammad Awaludin