Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Jasa Raharja Perkuat Pengamanan Arus Balik, Fatalitas Kecelakaan Turun 28 Persen

Rina Khalik • Jumat, 27 Maret 2026 | 20:12 WIB

Jasa Raharja memperkuat sinergi lintas sektor dalam pengamanan arus balik Idulfitri 2026 melalui kegiatan pemantauan bersama di Jasa Marga Toll Road Command Center KM 29, Bekasi, Rabu (25/3).
Jasa Raharja memperkuat sinergi lintas sektor dalam pengamanan arus balik Idulfitri 2026 melalui kegiatan pemantauan bersama di Jasa Marga Toll Road Command Center KM 29, Bekasi, Rabu (25/3).

RADAR PALU – Jasa Raharja memperkuat sinergi lintas sektor dalam pengamanan arus balik Idulfitri 2026 melalui kegiatan pemantauan bersama di Jasa Marga Toll Road Command Center KM 29, Bekasi, Rabu (25/3).

Langkah ini dilakukan guna memastikan kelancaran arus lalu lintas serta meningkatkan keselamatan masyarakat yang kembali ke Jakarta dan sekitarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin dan Direktur Operasional Jasa Raharja Ariyandi hadir mendampingi Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, serta Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono.

Peninjauan dilakukan melalui pusat kendali untuk memonitor kondisi arus kendaraan secara real time sekaligus mengevaluasi penerapan rekayasa lalu lintas.

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menyampaikan, pengendalian arus balik dilakukan berbasis indikator volume per kapasitas (V/C ratio) serta pemantauan intensif terhadap jumlah kendaraan.

“Per tadi malam ada 1.958.838 kendaraan yang masuk, dan tadi pukul 12.00 WIB bertambah sekitar 82.000 sehingga total 2.040.000 kendaraan sudah masuk Jakarta. Artinya masih ada sisa dari 2.521.229 kendaraan yang meninggalkan Jakarta dikurangi 2.040.000. Inilah yang menjadi PR kita untuk diurai dalam kegiatan terkait puncak arus balik,” ujarnya.

Ia menambahkan, puncak arus balik tertinggi terjadi pada Selasa (24/3) malam dengan jumlah mencapai 256.338 kendaraan, lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 223.163 kendaraan.

Seiring perkembangan kondisi, rekayasa lalu lintas berupa one way nasional juga telah disesuaikan menjadi one way sepenggal.

“Namun demikian, kami tetap terus waspada. Apabila nanti terjadi bangkitan arus yang tinggi, kami akan menyesuaikan,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin menyampaikan, tren keselamatan selama periode siaga Lebaran menunjukkan perbaikan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Terjadi peristiwa fatalitas yang turun 28 persen dibandingkan periode yang sama, yaitu 12 hari dalam Siaga Angkutan Lebaran. Tahun ini tercatat 228, dibandingkan 318 pada tahun lalu. Sampai dengan kemarin malam, kami telah memberikan santunan sebesar Rp11,2 miliar kepada 224 korban meninggal dunia yang telah disalurkan kepada keluarga korban dan ahli waris,” ungkapnya.

Meski demikian, ia menegaskan faktor risiko masih perlu menjadi perhatian bersama. Dominasi kecelakaan masih terjadi pada kendaraan bermotor roda dua dengan penyebab utama kelelahan pengemudi akibat perjalanan panjang lebih dari 6–7 jam serta kondisi kendaraan.

Dalam pelaksanaannya, Jasa Raharja juga mengoptimalkan kesiapan petugas di lapangan untuk memberikan respons cepat terhadap korban kecelakaan serta memastikan penyerahan santunan berjalan tepat waktu.

Pada sisa periode arus balik Idulfitri 2026, Jasa Raharja menegaskan akan terus memantau aspek keselamatan dan kelancaran perjalanan masyarakat. Kolaborasi antara kepolisian, kementerian, operator jalan tol, dan Jasa Raharja dinilai menjadi kunci dalam menjaga arus balik yang aman, nyaman, tertib, dan berkeselamatan.(*/rna)

Editor : Mugni Supardi
#Jasa Raharja #kecelakaan lalu lintas #arus balik Lebaran 2026 #pengamanan arus balik #one way nasional