Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

One Way Nasional Arus Balik Resmi Dibuka, Jasa Raharja Imbau Pemudik Utamakan Keselamatan

Rina Khalik • Selasa, 24 Maret 2026 | 22:55 WIB

Rekayasa lalu lintas arus balik Idulfitri 2026 melalui skema one way nasional resmi dimulai, Selasa (24/3), di Gerbang Tol Kalikangkung, Jawa Tengah.
Rekayasa lalu lintas arus balik Idulfitri 2026 melalui skema one way nasional resmi dimulai, Selasa (24/3), di Gerbang Tol Kalikangkung, Jawa Tengah.

RADAR PALU – Rekayasa lalu lintas arus balik Idulfitri 2026 melalui skema one way nasional resmi dimulai, Selasa (24/3), di Gerbang Tol Kalikangkung, Jawa Tengah. Kebijakan ini dilakukan pemerintah untuk mengurai kepadatan kendaraan sekaligus memastikan keselamatan pengguna jalan saat puncak arus balik.

Kegiatan tersebut dihadiri Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Pratikno, Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, Kakorlantas Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin, serta Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono.

One way nasional diberlakukan dari KM 414 Kalikangkung hingga KM 70 Cikatama. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan pada puncak arus balik yang diperkirakan berlangsung 25–27 Maret 2026. Selain itu, pemerintah juga menerapkan penggunaan tol fungsional dan rekayasa lalu lintas guna mencegah bottleneck ke arah Jakarta.

Menko PMK Pratikno mengatakan, pembukaan one way nasional merupakan bagian dari manajemen arus balik yang disiapkan pemerintah.

“Manajemen arus balik ditujukan untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, mengurai kepadatan lalu lintas, dan dengan tetap menjaga keselamatan serta kenyamanan para pengendara selama perjalanan. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak terkait yang telah bekerja keras,” ujarnya.

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menegaskan pentingnya menjaga keselamatan selama perjalanan arus balik. Ia mengimbau masyarakat memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan pemerintah.

“Masyarakat yang melaksanakan balik kami harapkan untuk tetap menjaga keamanan dan keselamatan. Oleh karena itu, manfaatkan seluruh fasilitas yang diberikan oleh pemerintah, seperti fasilitas rest area dan pos pelayanan terpadu untuk beristirahat,” katanya.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebutkan, jumlah kendaraan pada puncak arus balik diperkirakan mencapai 285 ribu. Ia meminta masyarakat merencanakan perjalanan dengan baik serta memanfaatkan rest area yang tersedia.

“Dapat saya sampaikan bahwa ada beberapa rest area yang diberlakukan buka tutup, yaitu rest area 62B dan 52B, dengan harapan supaya tidak terjadi kepadatan seperti yang terjadi pada arus mudik tanggal 18 Maret lalu,” jelasnya.

Dari sisi kesehatan, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan pentingnya kondisi fisik pengemudi. Pemerintah telah menyiapkan program cek kesehatan gratis bagi pengemudi kendaraan pribadi maupun umum.

“Karena perjalanan masih panjang, kalau bisa setiap tiga jam berhenti di rest area. Pengemudi yang mengantuk dan letih adalah penyebab kecelakaan,” ujarnya.

Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin mengungkapkan, tren keselamatan selama periode mudik tahun ini menunjukkan perbaikan.

Berdasarkan data bersama Korlantas Polri periode 13–23 Maret, jumlah kecelakaan turun sekitar 2 persen, dari 2.397 menjadi 2.349 kejadian. Korban meninggal dunia juga turun 27 persen, dari 294 menjadi 213 korban.

Hingga 23 Maret 2026, Jasa Raharja telah menyalurkan santunan sebesar Rp10,45 miliar kepada korban kecelakaan melalui program Zero Pending Claim. Program tersebut memastikan proses santunan berjalan cepat, tepat, dan transparan.

Awaluddin juga mengimbau masyarakat mengatur waktu perjalanan dengan bijak dan memastikan kondisi fisik serta kendaraan dalam keadaan prima.

“Keselamatan adalah prioritas utama. Lebih baik tiba sedikit lebih lama tapi selamat, daripada terburu-buru dan berisiko mengalami kecelakaan,” tegasnya.

Jasa Raharja menegaskan komitmennya untuk terus memberikan perlindungan dasar kepada masyarakat melalui sinergi lintas sektor, khususnya dalam momentum arus balik Lebaran, guna menghadirkan layanan yang cepat, responsif, dan berorientasi pada keselamatan.(*/rna)

Editor : Mugni Supardi
#arus balik 2026 #Jasa Raharja #rekayasa lalu lintas #mudik lebaran #one way nasional