RADAR PALU - Viral di media sosial, seorang pemudik tujuan Aceh mengaku ditawari jasa pengawalan berbayar saat terjebak kemacetan. Bahkan, percakapan saat penawaran itu terekam dalam video yang kini ramai diperbincangkan.
Sebuah video yang diunggah akun Instagram feedgramindo menyita perhatian warganet. Dalam video tersebut, terlihat momen saat seorang pemudik didatangi sejumlah pemuda di tengah kemacetan.
Peristiwa ini disebut terjadi saat arus mudik, meski belum diketahui secara pasti lokasi kejadian.
Dalam rekaman, terdengar salah satu pemuda menawarkan jasa pengawalan dengan tarif tertentu.
“Lima ratuslah, kita kawal sampai ujung bang,” ujar pemuda tersebut kepada pengemudi.
Selain itu, pemuda tersebut juga menyebut kemacetan di depan bisa berlangsung hingga 2-3 jam, sehingga menawarkan jalur alternatif yang diklaim lebih lancar.
Namun, situasi berubah saat pengemudi tidak menanggapi tawaran tersebut.
Dalam narasi video, disebutkan kondisi sempat memanas dan muncul dugaan adanya ancaman terhadap kendaraan pemudik.
Hal ini memicu kekhawatiran terkait keamanan di jalur mudik, terutama bagi pengendara yang melintas di wilayah tersebut.
Warganet ramai mengaitkan kejadian ini dengan praktik pungutan liar (pungli).
Banyak yang menilai aksi tersebut meresahkan, apalagi terjadi di tengah momentum arus mudik Lebaran.
Sejumlah komentar juga meminta agar pelaku segera ditindak agar tidak merugikan pemudik lainnya.
Publik pun mendesak pihak kepolisian untuk segera turun tangan menyelidiki kejadian tersebut.
Langkah tegas dinilai penting untuk menjamin keamanan dan kenyamanan pemudik, khususnya yang menuju Aceh.
Selain itu, kehadiran aparat di titik-titik rawan diharapkan dapat mencegah praktik serupa terulang.
Kasus ini menjadi peringatan bagi pemudik untuk tetap waspada selama perjalanan. Jika menemukan indikasi pungli atau tindakan mencurigakan, masyarakat diimbau segera melapor kepada pihak berwenang.***
Editor : Muhammad Awaludin