RADAR PALU - Kasus penyiraman air keras Andrie Yunus di Jalan Salemba I, Jakarta Pusat, Kamis (12/3) malam, memicu kecaman dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari sastrawan sekaligus akademikus Indonesia, Anhar Gonggong, yang menyampaikan keprihatinan dan dukungan moral kepada aktivis KontraS tersebut.
Andrie Yunus diketahui merupakan Wakil Koordinator Bidang Eksternal Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS). Ia menjadi korban serangan orang tak dikenal yang menyiramkan cairan saat dirinya melintas menggunakan sepeda motor di kawasan Salemba.
Anhar Gonggong menyatakan sangat prihatin atas peristiwa penyiraman air keras Andrie Yunus. Ia menilai tindakan kekerasan terhadap aktivis yang memperjuangkan hak asasi manusia tidak bisa dibenarkan.
Dalam pernyataannya, Anhar juga menyampaikan pesan moral secara langsung kepada Andrie Yunus. Ia meminta korban tetap kuat dan yakin dengan perjuangan yang dijalankannya.
“Saya minta kepada adinda, mungkin anakku, saya ikut sangat-sangat prihatin dengan keadaanmu,” ujar Anhar, melalui Instagram Pribadinya.
Ia menegaskan bahwa Andrie Yunus harus tetap percaya diri karena berjalan di jalur yang benar dalam memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan.
“Yakinlah bahwa kamu berjalan di atas jalan yang benar. Jangan khawatir tentang kelangsungan hidupmu,” kata Anhar menambahkan.
Menurutnya, peristiwa penyiraman air keras Andrie Yunus harus dipandang sebagai ujian dalam perjuangan memperjuangkan keadilan dan kemanusiaan di Indonesia.
Anhar juga berharap Andrie Yunus tetap bersama rekan-rekannya di KontraS untuk terus memperjuangkan masyarakat yang lebih baik dan lebih adil.
“Yakinlah bahwa ini hanya sebuah cobaan dalam prosesmu untuk ikut bersama rekan-rekanmu membangun masyarakat yang lebih baik, yang lebih nyaman bagi kita semua,” ujarnya.
Sementara itu, kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus sebelumnya juga memicu reaksi dari berbagai kelompok masyarakat sipil. Banyak pihak menilai serangan tersebut merupakan bentuk kekerasan yang mengancam ruang kebebasan sipil.
Di sisi lain, publik berharap aparat penegak hukum dapat segera mengungkap pelaku serta motif di balik kejadian tersebut.
Serangan terhadap aktivis HAM dinilai tidak boleh dibiarkan karena berpotensi menciptakan rasa takut bagi masyarakat yang aktif menyuarakan keadilan dan perlindungan hak asasi manusia.
Kasus penyiraman air keras Andrie Yunus kini masih menjadi perhatian luas. Dukungan moral terus mengalir dari berbagai kalangan yang berharap korban dapat pulih dan pelaku segera diungkap.***
Editor : Muhammad Awaludin