RADAR PALU – Penggunaan atap genteng pada bangunan rumah di Pulau Sulawesi masih tergolong sangat rendah.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 menunjukkan persentasenya di setiap provinsi bahkan belum mencapai 4 persen.
Berdasarkan data Statistik Kesejahteraan Rakyat 2025 yang dirilis BPS, penggunaan atap genteng di wilayah Sulawesi masih jauh lebih sedikit dibandingkan jenis atap lainnya seperti seng, kayu, maupun sirap.
Dari enam provinsi di Pulau Sulawesi, Sulawesi Tenggara mencatat persentase tertinggi rumah tangga yang menggunakan atap genteng yakni sebesar 3,35 persen. Posisi berikutnya ditempati Sulawesi Selatan dengan 3,24 persen.
Sementara itu, Sulawesi Tengah berada di posisi ketiga dengan 2,78 persen, disusul Sulawesi Utara sebesar 2,59 persen dan Sulawesi Barat sebesar 2,24 persen.
Adapun Gorontalo menjadi provinsi dengan penggunaan atap genteng paling rendah, yakni hanya sekitar 0,90 persen dari total rumah tangga.
BPS menjelaskan, rendahnya penggunaan atap genteng di Pulau Sulawesi dipengaruhi oleh sejumlah faktor, seperti kondisi geografis, ketersediaan bahan bangunan lokal, serta kebiasaan masyarakat dalam memilih material bangunan.
Sebagian besar rumah tangga di wilayah tersebut masih menggunakan atap seng, kayu, atau sirap yang dianggap lebih mudah diperoleh dan sesuai dengan kondisi lingkungan setempat.(*)
Editor : Mugni Supardi