RADAR PALU - Pemerintah resmi mengumumkan kebijakan Tunjangan Hari Raya (THR) dan Bonus Hari Raya (BHR) Idulfitri 1447 H/2026 M, Selasa (3/3/2026).
Pengumuman disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta.
THR ASN mulai dicairkan bertahap sejak 26 Februari 2026 atau minggu pertama Ramadan. Sementara untuk pekerja swasta, pembayaran paling lambat H-7 sebelum Lebaran.
“Hari ini pemerintah mengumumkan paket stimulus ekonomi lanjutan terkait Idulfitri 1447 Hijriah sesuai arahan Presiden,” ujar Airlangga.
THR ASN 2026 Naik, Total Rp55 Triliun
Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp55 triliun, naik 10 persen dari tahun sebelumnya, untuk sekitar 10,5 juta aparatur negara.
Penerima meliputi:
ASN pusat dan daerah
PPPK
Prajurit TNI dan anggota Polri
Pejabat negara
Pensiunan PNS, TNI/Polri
Komponen THR dibayarkan 100 persen penuh, meliputi: ✔ Gaji pokok
✔ Tunjangan keluarga
✔ Tunjangan pangan
✔ Tunjangan jabatan/kinerja
Airlangga menegaskan, THR berbeda dengan gaji ke-13 yang biasanya dibayarkan pada Juni.
Distribusi mencakup:
2,4 juta ASN pusat/TNI/Polri
4,3 juta ASN daerah
3,8 juta pensiunan
THR Swasta Rp124 Triliun, Tak Boleh Dicicil
Untuk sektor swasta, pemerintah menegaskan THR wajib dibayar penuh dan tidak boleh dicicil.
Pekerja dengan masa kerja minimal satu tahun berhak atas THR sebesar satu bulan upah. Sedangkan yang kurang dari satu tahun menerima secara proporsional.
Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan, terdapat sekitar 26,5 juta pekerja penerima upah.
Total estimasi THR swasta diperkirakan mencapai Rp124 triliun.
“Ini diharapkan bisa mendorong konsumsi nasional secara signifikan,” ujar Airlangga.
BHR Ojol Naik Dua Kali Lipat
Tak hanya ASN dan pekerja formal, pemerintah juga memastikan Bonus Hari Raya (BHR) untuk pengemudi ojek daring.
Sekitar 850 ribu mitra pengemudi akan menerima BHR dengan total nilai sekitar Rp220 miliar, meningkat dua kali lipat dari tahun sebelumnya.
Pemerintah mendorong penyaluran dilakukan lebih awal, yakni H-14 atau paling lambat H-7 sebelum Idulfitri.
Total Perputaran Uang Capai Rp179 Triliun
Jika digabungkan:
THR ASN: Rp55 triliun
THR swasta: Rp124 triliun
BHR ojol: Rp220 miliar
Total dana yang beredar menjelang Lebaran mencapai sekitar Rp179 triliun lebih.
Angka ini belum termasuk diskon transportasi Rp911,16 miliar dan bantuan pangan Rp14,09 triliun yang sebelumnya diumumkan pemerintah.
Dengan stimulus jumbo ini, pemerintah berharap konsumsi rumah tangga—penopang utama ekonomi nasional—tetap kuat sepanjang Ramadan dan Idulfitri 2026.***
Editor : Muhammad Awaludin