RADAR PALU - Peta sumber gempa Indonesia kembali diperbarui. Angkanya berubah cukup jauh dari sebelumnya.
Dalam rilis terbaru Pusat Studi Gempa Nasional (PuSGeN), jumlah patahan kerak dangkal aktif kini tercatat 401, naik dari 273 pada peta sebelumnya.
Pembaruan itu resmi dipublikasikan pada November 2024 melalui buku Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia edisi terbaru.
Kenaikan jumlah sesar ini bukan sekadar angka. Ada perubahan pemetaan, validasi data lapangan, hingga kajian ulang struktur geologi yang sebelumnya belum teridentifikasi detail.
Pulau Sulawesi termasuk wilayah yang mengalami sejumlah pembaruan penting.
Dalam peta terbaru, terdapat revisi kekuatan dan geometri untuk Sesar Anjak Selat Makassar. Selain itu, muncul sesar-sesar baru yang kini masuk dalam daftar aktif.
Beberapa di antaranya berada di Tilamuta, Buol, dan Kolaka. Wilayah lain di Sulawesi juga mengalami penyesuaian data.
Bagi daerah seperti Sulawesi Tengah yang berada di kawasan cincin api, pembaruan ini menjadi pengingat bahwa dinamika kebumian terus bergerak. Data terbaru ini biasanya menjadi rujukan dalam perencanaan tata ruang, pembangunan infrastruktur, hingga standar konstruksi bangunan tahan gempa.
Artinya, bukan semata soal potensi, tetapi juga soal kesiapan.
Dengan total 401 sesar aktif secara nasional, peta 2024 menegaskan kembali bahwa wilayah Indonesia, termasuk Sulawesi, berada dalam risiko seismik tinggi yang perlu dikelola secara berkelanjutan.***
Editor : Muhammad Awaludin