RADAR PALU - Dewan Pers akan menggelar sosialisasi pendataan media massa dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang dipusatkan di Provinsi Banten.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (7/2/2026) di Alun-Alun Pancaniti, Kota Serang.
Sosialisasi yang diinisiasi Komisi Penelitian, Pendataan, dan Ratifikasi Dewan Pers itu bertujuan meningkatkan pemahaman insan pers dan pengelola media mengenai pentingnya pendataan media massa sebagai bagian dari penguatan ekosistem pers nasional.
Ketua Komisi Penelitian, Pendataan, dan Ratifikasi Dewan Pers, Yogi Hadi Ismanto, menegaskan bahwa pendataan media tidak dimaksudkan sebagai bentuk pembatasan terhadap kemerdekaan pers, melainkan sebagai instrumen pembinaan dan perlindungan.
“Pendataan media massa di Dewan Pers bertujuan menciptakan transparansi dan kepastian dalam ekosistem pers nasional. Ini bukan untuk menghambat, tetapi justru melindungi media dan jurnalis agar bekerja sesuai standar profesional,” ujar Yogi, Senin (2/2/2026).
Menurut Yogi, pendataan yang akurat memungkinkan Dewan Pers memetakan kondisi media secara faktual sekaligus memastikan masyarakat memperoleh informasi dari media yang kredibel dan bertanggung jawab.
Ia menjelaskan, media yang terdata menunjukkan komitmen terhadap etika jurnalistik, struktur perusahaan yang jelas, serta kepatuhan terhadap regulasi pers.
Hal tersebut dinilai penting untuk melindungi publik dari praktik media yang tidak profesional.
Momentum HPN 2026 di Banten, lanjut Yogi, menjadi ruang strategis untuk berdialog langsung dengan pengelola media daerah, terutama dalam menghadapi tantangan era digital dan maraknya disinformasi.
Sosialisasi pendataan media massa ini terbuka bagi pimpinan redaksi, pengelola perusahaan pers, serta jurnalis yang ingin memahami mekanisme, manfaat, dan tahapan pendataan media di Dewan Pers.
Melalui kegiatan tersebut, Dewan Pers berharap semakin banyak media di daerah yang terdata secara resmi sehingga kualitas pers nasional semakin kuat dan kepercayaan publik terhadap media terus meningkat. ***
Editor : Talib