RADAR PALU - Sebanyak 162 pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dari seluruh Indonesia menerima Brevet Bela Negara dan sertifikat resmi dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.
Penyematan dilakukan di Lapangan Tembak Bayu Aji, Grup 1 Kopassus, Serang, Banten, Minggu (1/2/2026).
Pemberian brevet tersebut menjadi penanda berakhirnya rangkaian Retret PWI Tahun 2026 yang digelar sejak Kamis (29/1/2026).
Program ini diikuti 162 peserta dari target awal 200 pengurus PWI Pusat dan PWI Daerah.
Retret dilaksanakan di Balai Diklat Kompetensi Bela Negara, Desa Cibodas, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat peran insan pers dalam menjaga profesionalitas, ketahanan informasi, demokrasi, serta keamanan nasional.
Retret PWI 2026 mengusung tema “Memperkuat Pers yang Profesional, Berintegritas, dan Berwawasan Kebangsaan untuk Ketahanan Informasi, Demokrasi, dan Keamanan Nasional.”
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Pertahanan Kementerian Pertahanan RI, Mayor Jenderal TNI Ketut Gede Wetan Pastia, mengatakan Kementerian Pertahanan memberikan apresiasi kepada para pimpinan PWI yang telah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan disiplin dan komitmen tinggi.
“Bapak Menteri Pertahanan merasa bangga. Karena itu, para peserta diberikan brevet dan sertifikat Bela Negara. Setelah kembali ke daerah, diharapkan tetap berkarya sebagai insan pers yang berperan dalam bela negara,” ujar Ketut Gede.
Selama retret, peserta mendapatkan pembekalan langsung dari sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Pertahanan RI Jenderal Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Selain itu, hadir pula Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Nezar Patria, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, perwakilan Kementerian Dalam Negeri Akbar Ali, serta unsur Polri yang diwakili Kadiv Humas Polri dan Karopenmas Mabes Polri.
Dalam pemaparannya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa pers memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan nasional, terutama di tengah derasnya arus disrupsi informasi.
“Pengelolaan informasi dan pembentukan persepsi publik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menjaga ketahanan nasional,” kata Sjafrie.
Ia juga meminta insan pers tetap kritis serta aktif mengawal berbagai praktik ilegal yang merugikan negara, termasuk di sektor pertambangan.
Menurutnya, peran media daerah sangat penting dalam melakukan pengawasan dan investigasi.
Baca Juga: Hari Kedua Retret PWI di Bogor: Disiplin Pers DiperkuatBaca Juga: Pejabat Lintas Kementerian Bekali Wartawan di Retret PWI Bogor
Retret PWI Tahun 2026 secara resmi dibuka oleh Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, didampingi Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir dan Sekretaris Jenderal PWI Pusat Zulmansyah Sekedang.
Kegiatan yang semula dijadwalkan berlangsung di Akademi Militer (Akmil) Magelang tersebut kemudian dipindahkan ke Pusat Kompetensi Bela Negara Rumpin, Bogor.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, PWI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran pers nasional yang profesional, berintegritas, serta berwawasan kebangsaan di tengah tantangan era digital. ***
Editor : Talib