Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Wamen Komdigi di Bogor: AI Tekan Media Arus Utama, Ini Strateginya

Talib • Jumat, 30 Januari 2026 | 22:00 WIB
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyampaikan materi tantangan AI bagi dunia jurnalistik dalam Retret Bela Negara PWI di Bogor, Jumat (30/1/2026).
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyampaikan materi tantangan AI bagi dunia jurnalistik dalam Retret Bela Negara PWI di Bogor, Jumat (30/1/2026).

RADAR PALU – Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dinilai kian menekan eksistensi media arus utama. Produksi konten masif berbasis AI bahkan berpotensi menggeser peran jurnalisme profesional.

Isu ini disorot Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Nezar Patria dalam Retret Bela Negara Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Bogor, Jawa Barat. Pemerintah menilai adaptasi menjadi kunci agar media tetap relevan dan dipercaya publik. 

 

 

 

Nezar Patria menyebut laju pengembangan AI saat ini sangat cepat dan dimanfaatkan hampir seluruh platform digital, termasuk untuk produksi konten jurnalistik. 

Menurutnya, tantangan terbesar bukan hanya pada kecepatan, tetapi juga pada maraknya konten palsu yang dibuat menggunakan teknologi AI.

“AI bisa memproduksi konten dalam jumlah besar, termasuk konten yang tidak faktual, dan itu justru banyak diminati,” kata Nezar, Jumat (30/1/2026).

Ia mengutip hasil riset Reuters Institute yang menunjukkan media arus utama tengah berada di bawah tekanan serius akibat dominasi teknologi kecerdasan buatan. 

Dalam riset tersebut, hanya sekitar 38 persen pemimpin redaksi yang masih optimistis media mainstream mampu bertahan di tengah gempuran AI.

Nezar menegaskan, media profesional tetap memiliki keunggulan yang belum dapat digantikan AI, yakni liputan langsung di lapangan.

“Berita on the ground atau on the spot adalah kekuatan utama media. Itu yang tidak bisa dikerjakan AI,” ujarnya.

Selain itu, media didorong mengoptimalkan konten real time melalui video pendek, foto jurnalistik, dan infografis yang berbasis fakta lapangan.

Konten human interest juga disebut sebagai elemen penting karena menyangkut empati, emosi, dan nilai kemanusiaan.

“AI tidak memiliki emosi. Etika jurnalistik harus tetap menjadi roh utama profesi wartawan,” tegas Nezar. 

Ia juga mengingatkan potensi risiko AI terhadap kehidupan berbangsa jika tidak digunakan secara bijak, terutama terkait misinformasi dan manipulasi visual.

Tantangan AI terhadap media juga dirasakan di daerah, termasuk di Sulawesi Tengah (Central Sulawesi), seiring meningkatnya konsumsi berita digital. Pemerintah mendorong media nasional dan daerah memperkuat verifikasi, liputan lapangan, serta literasi digital untuk menjaga kepercayaan publik.***

Editor : Muhammad Awaludin
#Media arus utama #AI dan jurnalistik #Radar Palu #Persatuan Wartawan Indonesia #Tantangan AI #Wamen Komdigi