RADAR PALU – Pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT, milik Indonesia Air Transport (IAT), menjadi perhatian publik setelah dilaporkan hilang kontak dalam penerbangan rute Yogyakarta–Makassar, sebagaimana diberitakan Radar Palu sebelumnya berdasarkan data pelacakan Flightradar24.
Pesawat tersebut merupakan tipe ATR 42-500, salah satu armada turboprop regional yang dikenal andal untuk melayani rute jarak pendek hingga menengah, terutama di wilayah dengan karakter bandara berlandasan relatif pendek.
Berdasarkan data teknis pabrikan ATR Aircraft yang dirilis melalui laman aircraft.com, ATR 42-500 dirancang untuk mengutamakan efisiensi operasional, fleksibilitas rute, serta kemampuan terbang di berbagai kondisi geografis.
Kapasitas dan Dimensi
ATR 42-500 memiliki kapasitas angkut hingga 48 penumpang, tergantung konfigurasi kabin yang diterapkan operator. Pesawat ini dioperasikan oleh dua pilot, dengan jumlah awak kabin disesuaikan kebutuhan penerbangan.
Dari sisi dimensi, pesawat ini memiliki panjang sekitar 22,67 meter, bentang sayap 24,57 meter, dan tinggi 7,59 meter. Desain sayap tinggi (high-wing) memberikan stabilitas tambahan saat lepas landas dan mendarat di bandara regional.
Mesin dan Performa
Mengacu pada spesifikasi resmi ATR Aircraft, ATR 42-500 ditenagai dua mesin turboprop Pratt & Whitney Canada PW127 yang dipadukan dengan baling-baling enam bilah. Pesawat ini mampu melaju dengan kecepatan jelajah sekitar 300 knot atau setara 556 kilometer per jam.
Untuk jangkauan terbang, ATR 42-500 mampu menempuh jarak hingga sekitar 1.300 kilometer, dengan ketinggian terbang maksimum mencapai 25.000 kaki. Spesifikasi tersebut menjadikannya ideal untuk penerbangan antardaerah dan antarpulau.
Bobot dan Operasi Bandara
Pesawat ATR 42-500 memiliki Maximum Take-Off Weight (MTOW) sekitar 18.600 kilogram. Salah satu keunggulan utama pesawat ini adalah kemampuannya beroperasi di bandara dengan panjang landasan relatif pendek, yakni sekitar 1.100 meter untuk lepas landas.
Karakteristik ini membuat ATR 42-500 banyak digunakan untuk membuka dan menjaga konektivitas wilayah, khususnya di kawasan kepulauan dan daerah dengan keterbatasan infrastruktur bandara.
Pesawat Regional Andal
Secara global, ATR 42-500 telah dioperasikan oleh berbagai maskapai regional di Asia, Eropa, hingga Amerika Latin. Efisiensi bahan bakar, tingkat kebisingan yang relatif rendah, serta performa terbang yang stabil menjadi alasan utama pesawat ini tetap diandalkan dalam jaringan penerbangan regional.
Dengan spesifikasi tersebut, ATR 42-500 PK-THT milik Indonesia Air Transport dikenal sebagai pesawat turboprop yang mengedepankan efisiensi, keselamatan, dan fleksibilitas operasional, sebagaimana dirancang oleh pabrikan.***
Editor : Muhammad Awaludin