Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Bukan Cuma Beras, Ini 3 Komoditas Andalan RI yang Bisa Ubah Peta Dunia

Muhammad Awaludin • Senin, 12 Januari 2026 | 13:51 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memaparkan komoditas strategis Indonesia yang dinilai mampu mengubah peta perdagangan dunia.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memaparkan komoditas strategis Indonesia yang dinilai mampu mengubah peta perdagangan dunia.

RADAR PALU – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki tiga komoditas strategis yang berpotensi besar mengubah konfigurasi perdagangan dunia, mulai dari beras hingga gambir.

Hal tersebut disampaikan Amran saat berdiskusi dengan pimpinan Jawa Pos Group, Minggu (11/1/2026). Hampir semua anak grup Jawa Pos dari Aceh hingga Papua turut hadir dalam diskusi, salah satunya, Direktur Radar Palu, Murtalib.

Ia menegaskan, keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras bukan sekadar capaian sektor pertanian, melainkan modal penting untuk memperkuat posisi Indonesia di tingkat global.

“Kalau negara ini kuat di pangan, maka posisi tawarnya akan jauh lebih kuat di dunia. Tidak hanya dikenal sumber daya alamnya namun Indonesia punya hasil pertanian,” ujar Amran saat doorstop kepada grup Jawa Pos.

Beras Jadi Fondasi Kedaulatan

Ada tiga komoditas yang menjadi target pengembangan Kementerian Pertanian di Indonesia, karena potensi ini tidak digarap maksimal dan sebagian komoditas masih dari Impor.

Komoditas pertama yang disoroti adalah beras. Menurut Amran, Indonesia kini berhasil menekan ketergantungan impor dan mencapai surplus produksi lebih cepat dari target awal. Kondisi ini membuat Indonesia tidak lagi berada dalam posisi rentan di tengah gejolak pangan global. 

Keberhasilan tersebut disebut sebagai pintu masuk menuju strategi besar pemerintah dalam membangun ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.

Kelapa, Potensi Besar dari Hilirisasi
Komoditas kedua adalah kelapa. Amran menilai kelapa memiliki nilai ekonomi tinggi jika tidak hanya dijual dalam bentuk mentah. Dengan pengolahan dan hilirisasi, nilai jual kelapa bisa meningkat berlipat ganda dan membuka peluang besar di pasar ekspor.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman foto bersama usai berdiskusi dengan dengan pimpinan Jawa Pos Group, Minggu (11/1/2026).
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman foto bersama usai berdiskusi dengan dengan pimpinan Jawa Pos Group, Minggu (11/1/2026).

“Yang selama ini murah di tingkat petani, bisa menjadi komoditas bernilai tinggi jika dikelola dengan benar,” katanya.

Gambir, Kekuatan RI yang Belum Maksimal
Komoditas ketiga yang dinilai sangat strategis adalah gambir. Indonesia saat ini menguasai sekitar 80 persen pasar gambir dunia, namun sebagian besar masih diekspor dalam bentuk bahan mentah.

Amran menilai, jika proses hilirisasi dilakukan di dalam negeri, Indonesia akan memperoleh nilai tambah yang jauh lebih besar dan mampu menjadi pemain utama dalam rantai pasok global. 

Target: RI Jadi Pemain Utama Dunia

Mentan menegaskan, pemerintah mendorong transformasi sektor pertanian dari hulu ke hilir agar Indonesia tidak hanya dikenal sebagai produsen bahan mentah, tetapi juga sebagai pusat industri berbasis komoditas pertanian.

“Kalau kita konsisten, tiga komoditas ini bisa mengubah peta ekonomi dan perdagangan dunia,” tegas Amran kepada media ini, Minggu (11/1).

Pertemuan Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman dengan grup Jawa Pos atau Jaringan Jawa Pos Media Nusantara dipimpin langsung Suhendro Boroma selaku Dirut JJMN, Dirut Jawa Pos Koran Leak Kustiyo, Dirut Jawa Pos Radar Nurwahid, Dirut Jawa Pos.com Dhimas Ginanjar dan Direktur Tv Dyah Shianti Dewi serta jajaran Direktur grup dan Pemimpin Redaksi.***

Editor : Muhammad Awaludin
#swasembada beras #hilirisasi pertanian #komoditas strategis Indonesia #mentan andi amran #gambir Indonesia