RADAR PALU - Pekerjaan proyek preservasi dan pelebaran jalan nasional ruas Tagolu–Tentena di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah menuai sorotan warga.
Proyek bernilai jumbo yang mencapai Rp101 miliar itu dikeluhkan karena progresnya dinilai lambat serta berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan menjelang libur Natal dan Tahun Baru.
Sejumlah warga mengeluhkan kondisi jalan di beberapa titik lokasi proyek yang berlubang akibat penggalian, namun tidak segera diaspal kembali.
Situasi tersebut dinilai menghambat aktivitas masyarakat dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, terutama saat arus mudik Natal dan Tahun Baru.
“Pekerjaan tambal sulam ini sudah lama dikeluhkan warga. Banyak jalan yang dilubangi tapi tidak segera diaspal. Tidak sedikit orang yang kecelakaan di situ,” kata Murni, warga Tentena, kepada wartawan.
Kondisi itu diperparah dengan minimnya rambu Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di sepanjang ruas proyek.
Padahal, ruas Tagolu–Tentena merupakan jalur vital yang menghubungkan sejumlah Kabupaten dan provinsi serta ramai dilalui kendaraan, termasuk kendaraan berat.
Murni berharap Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah dan kontraktor pelaksana proyek lebih serius dalam pengamanan pekerjaan.
“Sekarang suasana mudik Natal dan Tahun Baru. Tolong dijaga keselamatan pengguna jalan. Perbanyak rambu K3. Jangan sampai pengguna jalan celaka akibat pekerjaan proyek,” ujarnya.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Radar Palu Jawa Pos Grup, proyek preservasi dan pelebaran jalan nasional ruas Tagolu–Tentena merupakan proyek multiyears dengan masa kerja 2025–2027.
Proyek ini dikerjakan oleh PT Toreloto Battu Indah, perusahaan kontraktor yang berasal dari luar Sulawesi Tengah.
Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah alat berat seperti ekskavator, loader, grader, finisher, truk, dan tandem roller masih beroperasi.
Sebagian pekerjaan patching aspal telah dilakukan di beberapa desa, antara lain Pandiri, Tampemadoro, Kuku, dan Sangira.
Sementara itu, pekerjaan penggalian tanah, penimbunan, serta pemadatan material untuk pelebaran jalan mulai dikerjakan di Desa Sulewana dan Desa Saojo.
Sumber media ini menyebutkan, alat berat yang digunakan dalam proyek tersebut merupakan alat sewaan milik pengusaha di Palu.
Adapun material aspal panas diperoleh dari pengusaha lokal di Kabupaten Poso.
Penyedia jasa proyek, H. Enday Dasuki, saat dikonfirmasi sebelumnya menyatakan pekerjaan di lapangan terus berjalan.
Ia mengklaim progres proyek telah mencapai kisaran 2 hingga 4 persen. “Bisa jadi pekerjaan sudah mencapai 3 sampai 4 persen,” ujarnya, Kamis (18/12).
Meski demikian, warga berharap klaim progres tersebut dibarengi dengan peningkatan aspek keselamatan di lapangan, khususnya pemasangan rambu dan pengamanan jalan, agar proyek infrastruktur tersebut tidak justru membahayakan masyarakat. (bud)
Editor : Talib