RADAR PALU – Upaya memperkuat pengawasan terhadap kinerja Kepolisian terus digelorakan.
Hal itu tampak saat Komnas HAM RI Perwakilan Sulawesi Tengah menerima kunjungan silaturahmi anggota Kompolnas RI, M. Choirul Anam, di Kantor Komnas HAM Sulteng, Kamis 20 November 2025.
Kunjungan tersebut tidak sekadar pertemuan formal, tetapi menjadi ruang membangun komunikasi lebih intens antara dua lembaga yang sama-sama memiliki mandat memastikan Polri bekerja secara profesional dan berintegritas.
Anam yang datang bersama tim keprotokoleran dan jajaran Polda Sulteng menegaskan pentingnya membuka pola kerja sama yang lebih konkrit.
Ia menilai, pengawasan fungsional Polri tidak bisa berjalan optimal tanpa kolaborasi antarlembaga yang selama ini sama-sama bersentuhan dengan dinamika penegakan hukum di masyarakat.
Ia mendorong adanya mekanisme pemantauan bersama antara Komnas HAM dan Polda Sulteng terhadap kasus-kasus tertentu yang melibatkan anggota Polri.
Menurutnya, pendekatan seperti ini dapat membuat setiap peristiwa yang muncul terurai lebih terang karena diawasi dari dua perspektif kelembagaan berbeda.
Tak hanya itu, Anam juga mengusulkan penyelenggaraan konferensi pers bersama untuk kasus kasus tertentu agar informasi yang diterima publik lebih objektif.
“Kedua institusi bisa saling menguatkan, baik melalui pelatihan bareng, kursus, atau bentuk lain peningkatan kapasitas personel,” ujar mantan Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM itu.
Menanggapi hal tersebut, perwakilan Komnas HAM Sulteng, Dedi Askary, menyampaikan apresiasi atas gagasan yang menurutnya selaras dengan praktik yang sudah beberapa kali dilakukan kedua lembaga.
Hanya saja, ia mengakui intensitas kolaborasi masih perlu ditingkatkan agar hasilnya bisa lebih signifikan bagi publik.
Dedi juga memaparkan bahwa Komnas HAM Sulteng tidak jarang memberikan surat penghargaan kepada anggota maupun pejabat Polri di wilayah hukum Polda Sulteng atas kinerja mereka.
Penghargaan itu bahkan dilaporkan hingga ke Kapolri sebagai bentuk pengakuan atas profesionalisme aparat di daerah.
Dengan berbagai inisiatif tersebut, kedua lembaga ini berharap sinergi yang dibangun dapat semakin mengokohkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian sekaligus memperkuat budaya kerja yang lebih transparan dan akuntabel. ***
Editor : Talib