Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Trauma Pascagempa, HIMPSI Turun Bantu Siswa dan Guru di 31 Sekolah Poso

Wahono. • Rabu, 19 November 2025 | 10:14 WIB
HIMPSI bersama bersama Direktorat PKPLK dan para peserta berfoto bersama usai pembukaan Program Dukungan Psikososial di Aula BPMP Sulteng.
HIMPSI bersama bersama Direktorat PKPLK dan para peserta berfoto bersama usai pembukaan Program Dukungan Psikososial di Aula BPMP Sulteng.

RADAR PALU – Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) bersama Direktorat Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) Kemendikdasmen melaksanakan Program Dukungan Psikososial bagi penyintas gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Poso pada Agustus 2025. Kegiatan ini resmi dimulai pada Rabu (19/11) di Aula Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Tengah.

 

Ketua Umum HIMPSI, Dr. Andik Matulessy, M.Si., Psikolog , menjelaskan bahwa program ini berlangsung dari 19 hingga 26 November dan menyasar siswa serta guru di sejumlah sekolah yang terdampak.

 

 

Pada tahap awal, HIMPSI melakukan asesmen dan pemetaan kondisi psikologis para guru sejak 19–21 November sebelum berlanjut ke siswa.

 

“Dari asesmen awal, sekitar 300 siswa SD dan 100 siswa SMP menunjukkan tanda ketegangan dan ketakutan pascabencana. Inilah yang menjadi dasar pelaksanaan pendampingan psikososial,” ujar Andik.

 

 

HIMPSI juga akan melakukan kegiatan trauma healing kepada siswa muali dari Paud hingga SMP. 

 

"Siswa mengalami kecemasan dan kalau itu tidak dilakukan intervensi, agar paling tidak bisa menstabilkan emosi nya dan saat mengalami gangguan berikutnya bisa lebih sigap atau siap menghadapinya,"ujarnya.

 

Ketua Umum KRESNA-HIMPSI, Anrilia Ningdyah, Ph.D., Psikolog, menambahkan bahwa asesmen dilakukan di 31 sekolah pada lebih dari 17 titik terdampak, termasuk sekolah-sekolah yang lokasinya paling dekat dengan pusat gempa. Menurutnya, banyak persoalan psikologis muncul setelah bencana, terutama pada anak-anak usia SD dan SMP.

 

Selain menangani siswa, HIMPSI juga memberikan pembekalan kepada guru agar mampu memberikan pertolongan pertama psikologis saat terjadi situasi kebencanaan di lingkungan sekolah. Guru yang juga menjadi penyintas diharapkan mampu mengenali gejala awal gangguan psikologis sehingga dapat memberikan respons cepat.

 

Direktur PKPLK Kemendikdasmen, Saryadi, menegaskan bahwa Poso merupakan wilayah rawan bencana berdasarkan data BNPB. Karena itu, penguatan ketahanan psikososial di sekolah menjadi kebutuhan mendesak.

 

Program ini diharapkan mampu memulihkan kondisi psikologis penyintas, memperkuat kesiapsiagaan sekolah, serta memberdayakan sumber daya lokal untuk mendeteksi dan merespons dampak psikologis di masa mendatang.

Editor : Wahono.
#HIMPSI #pendidikan #poso #psikologi #gempa #bencana #Kemendikdasmen #trauma