RADAR PALU – RSUD Undata Palu bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) resmi meluncurkan Sistem Video Teleproctoring untuk Transformasi Layanan Kesehatan Bidang Stroke, sebuah inovasi nasional yang dirancang untuk meningkatkan kualitas tata laksana stroke akut di Sulawesi Tengah.
Dalam kesempatn ini, Tim multidisiplin ITB yang hadir terdiri dari Muhammad Shiddiq Sayyid Hashuro, S.T., M.Eng., Ph.D, Eunike Kristianti, Maheswara Apta Adiyatma, dan Widya Anugrah Kinasih didampingi tim akademik dari FK Unair, melakukan setting dan instalasi perangkat teleproctoring pada 1–2 November 2025.
Proses ini meliputi pemasangan sistem komunikasi berkeamanan tinggi, integrasi jaringan video real-time, serta kalibrasi perangkat di area layanan stroke dan cathlab RSUD Undata.
Sebelumnya pada, pada 3 November 2025, dilakukan uji coba jaringan dan simulasi teleproctoring bersama dua proctor nasional, yakni, dr. Muh. Kusdiansyah, Sp.BS-FIS (RS Pusat Otak Nasional Jakarta), Prof. Dr. dr. Asra Al Fauzi, Sp.BS, Subsp. N-Vas (K) Ketua Kolegium Bedah Saraf Indonesia dan Wakil Dekan FK Unair.
Mereka memimpin verifikasi koneksi, menguji kualitas transmisi video intra-cathlab, serta melakukan simulasi supervisi real-time terhadap alur tindakan neurovaskular.
Teleproctoring ini memungkinkan supervisi langsung untuk berbagai tindakan neurovaskular cathlab yang akan mulai dijalankan di RSUD Undata, meliputi, Diagnostic Cerebral Angiography, Mechanical Thrombectomy, Aneurysm Coiling, Carotid Artery Stenting, Balloon Angioplasty Intrakranial, Vasospasm Treatment dan Embolisasi malformasi vaskular tertentu
Baca Juga: Bappenas Soroti Sawit sebagai Teknologi Hijau Masa Depan, Pilar Indonesia Emas 2045
Teknologi ini sekaligus mendukung kesiapan RSUD Undata dalam memulai pelayanan bedah saraf neurovaskular di Cathlab Undata pada bulan Desember 2025, sebagai layanan baru yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan penanganan stroke dan penyakit pembuluh darah otak secara cepat dan modern.
Pelayanan ini akan dijalankan oleh dr. Franklin L. Sinanu, Sp.BS-FIS., FINPS., FINSS., sebagai dokter bedah saraf yang menyiapkan layanan neurointervensi regional di Sulawesi Tengah.
Program ini merupakan bagian dari Pengabdian Masyarakat Kolaborasi Indonesia oleh DPMK ITB dan STEI ITB, yang bertujuan mempercepat transformasi layanan kesehatan berbasis teknologi di rumah sakit rujukan regional. Integrasi teknik, informatika, dan kedokteran menghadirkan akses terhadap layanan yang sebelumnya hanya tersedia di kota besar.
Direktur RSUD Undata, drg Herry Mulyadi menegaskan bahwa teleproctoring menjadi terobosan strategis dalam penguatan Undata Neuroscience dan Stroke Center, karena memungkinkan pendampingan ahli nasional secara cepat, efektif, dan terstandar.
“Kolaborasi ini membuka kesempatan bagi rumah sakit di daerah untuk mendapatkan dukungan para ahli nasional dalam waktu yang sangat singkat sehingga keputusan klinis dapat diambil lebih cepat, akurat, dan mengurangi disabilitas jangka panjang pada pasien stroke,” ujarnya.
Tim ITB dan FK Unair menekankan bahwa sistem ini dirancang sebagai platform berkeamanan tinggi untuk mendukung kompetensi daerah, sementara RS PON dan Kolegium Bedah Saraf Indonesia berkomitmen menyediakan pendampingan klinis dan supervisi mutu secara berkelanjutan.
Dengan peluncuran teleproctoring ini, RSUD Undata menegaskan posisinya sebagai pionir layanan stroke dan neurovaskular berbasis teknologi di Indonesia Timur, sekaligus sebagai model kolaborasi nasional antara akademisi, rumah sakit rujukan nasional, dan kolegium profesi. (*)
Editor : Taswin